Selasa, 26 Maret 2013

BLIND 'why i love you?' part 8

*dbukkkk*

"Uhhh!!" Keluh Cecil sesaat setelah menabrak seseorang saat sedang berjalan sambil membaca buku.

(Menunduk dan meraba2 lantai)
"Issh, mana nih kacamata" kata Cecil.

"Eh maaf maaf," kata seseorang yang berdiri di depannya, yupp, itu org yg td ditabrak Cecil.

*eh, suara cowok* batin Cecil bicara dan tanpa dia sadari dadanya berdegup kencang.

"Nih kacamatamu" ucap lelaki itu lagi.

(Memasak kacamata ....)
Cecil yang kaget dgn apa yg dilihatnya tiba2 langsung bermundur. *ini kan..... Radika* batin Cecil. Dadanya semakin berdegup. *aduh, ko gue jadi panik gini* kembali Cecil berbicara dgn hatinya.

Radika yg sedari td belum beralih dari pandangan Cecil merasa bingung.

"Lain kali kalo jalan jangan sambil baca buku gitu" kata Radika sambil berjalan lurus melewati Cecil.

"Eh iya, makasih" kata Cecil agak datar. 'Hah makasih? Astaga? I just said that??' Cecil memukul jidatnya . Dia tau kalau Radika itu salah satu anak futsal yang sekarang menjadi cowok2 yg dikesali teman2nya ..

-_______________________-

"Hah???!!!" Kata Tiffany dan Pricil berbarengan.

"Lo nabrak si mike tyson itu?" Kata Pricil

"Ko bisa sih?" Tanya Tiffany

"Iya, waktu itu gue jalan sambil baca buku, ya gue juga kaget tiba2 ada org di dpan gue" kata Cecil

"Yaelah, lo juga sih, pake acara baca sambil jalan gitu-_-" kata Pricil.

"Trus trus?" Kata Tiffany

"Hmm, saking kerasnya tabrakan gue itu, kacamata gue ampek jatuh .. Pas dia ngambilin trus gue pasang, dan pas gue liat tu muka, ya iya kaget noh gue" kata Cecil.

"Kalo dari deket ganteng gak mukanya?" Kata Pricil sambil menggoda. Tiffany menyenggol2 bahu Cecil

"Ahh sama aja, cmn ya ntah apa gue dukduk bgt pas denger suaranya..." Kata Cecil sambil mengingat bagaimana suara Radika td.

"Ohh, kagum nih ceritanya sma suaranya..." Kata Tiffany

"Engga engga, gak kagum ko cmn ya sedikit amazing aja pas denger suaranya bagus gitu" kata Cecil, tanpa disadarinya mukanya berubah jadikaya udang rebus.

Pricil dan Tiffany pun tak henti2 mentertawakan Cecil dan tak henti melontarkan kata 'ciee'. Sesekali Cecil mengelak2.

-_____________________-

Ervan berjalan menyusuri lorong sepi di sekolahnya, tiba2 langkahnya terhenti.

(Duduk di bangku)

"Hmmm...tempat ini..." Gumam Ervan sambil memandangi kursi yang biasa dia tempati saat memainkan gitar.

Dia pun menyandarkan badannya dan mengambil secarik kertas dari sakunya. Kertas itu jatuh ke lantai yg td terbawa angin dan segara mengambilnya,

"Apa ini?" Gumam Ervan sambil mengambil kalung berliontin hati yg ada dibawah kursi yang dia duduki.
Ervan diam untuk beberapa waktu dan tersenyum, kemudian dia pun meninggalkan tempat itu.

Sementara itu, Tiffany yang sedang disibukkan dengan aktifitas mading nya membuat dia jarang berkumpul dgn teman2nya.

(Duduk di ruang khusus pengurus mading. Sendirian)

"Duhh, ko gue jdi mumeeett ginii!!" Keluh Tiffany sambil beberapa kali menggumpal kertas dan melemparnya ke tong sampah di dekat pintu.
"Aaaghhh!!" Fany melempar gumpalan kertas lagi dan menutup mukanya dengan kedua tangannya.

"Aduhh!!" Terdengar suara lelaki dari balik pintu.

"Glenn?" Kata Fany terkejut.

"Fany?" Kata Glenn  yg saat itu juga terkejut.

"Ngapain kamu ke sini?" Tanya Fany agak sedikit mensewot.

"Emm, aku cmn mau ngantar surat2 ini, harus ditandatangani sama ketua pengurus mading" kata Glenn mendekati Fany sambil menyerahkan map berisi beberapa lembar surat.

Fany pun mengambil dan menandatanganinya. Glenn saat itu memperhatikan Fany.

"Mana kalungmu?" Tanya Glenn melihat leher Fany yg kosong

"Tau hilang" kata Fany cuek

"Ko bisa hilang? Gak sengaja hilang atau sengaja dihilangin?" Selidik Glenn

"Nih suratnya, udh keluar sana aku lagi sibuk!" kata Fany sambil menyerahkan map itu dan menunduk untuk mengambil kertas dan kembali menulis.

"Kamu belum cerita kenapa kamu mutusin aku" kata Glenn yg masih belum beranjak pergi.

"Udh ku bilang lain kali aja, aku lagi sibuk!" kata Fany

"Tappiii...."

"Udh sana pergi... Tolong Glenn aku perlu sendiri!!" Kata Fany memotong kata2 Glenn. (Berbalik arah menghindari pandangan Glenn)

"Oke kalo itu mau kamu," kata Glen yg kemudian beranjak pergi.

"Glenn?" Kata Tiffany lagi

"Iya Fan?" Tanya Glenn sedikit mengumbar senyum, berharap kali ini Fany ingin bercerita.

"Tutup pintunya" kata Fany datar. (Sambil menghapus air mata yg tak disadarinya mengalir di pipinya.)

"Hmm, oke" kata Glenn sedikit kecewa, kemudian beranjak keluar dan pergi.

-________________________-

Pricil duduk di bangku depan kelasnya. Kesibukan Fany dan ulangan2 yg dilaksanakan Cecil membuat dirinya sendirian.

"Hayy Pris," sapa Sam yang sedang berjalan di depan Pricil

"Oh hay Sam," kata Pricil agak datar tapi berusaha untuk tersenyum.

"Ko sendirian, mana Cecil?" Kata Sam,

"Cecil banyak ulangan, mungkin besok baru abis" kata Pricil

"Fany masih sibuk mading ya?" Kata Sam lagi, kali ini dia mengambil posisi duduk samping Pricil.

"Iya tuh, masih belum selesai2 juga," kata Pricil

Disamping itu, Daniel yg sedang mengutak atik laptop nya terdiam sejenak melihat Pricil dan Sam sedang berbicara.

"Woyy, liatin apa lu?" Suara Ricky membuyarkan lamunan Daniel.

"Ah rese bgt lu!" Kata Daniel memukul pundak Ricky.

"Ahahaha, lo lagi liatin siapa? Td gue perhatiin lo bukannya ngerjain tugaslo malah ngeliat ke arah kelas seni, ada siapa emang?" Sambil mencari2 yg ada di depan kelas seni

"Eh itu bukannya Pricil?" Tanya Ricky lagi.
"Oalah, ngeliatin Pricil toh kamu, katane beunci buanget sama Pricil" kata Ricky menggoda Daniel dgn logat jawanya.

"Ahh rese lu, mana ada, gue gak ngeliat Pricil. Ngapain juga gue ngeliatin tu cewe" kata Daniel cuek.

"Halah, awas lo, jgn benci2 bgt, nanti bisa jadi cinta!!" Kata Ricky sembari pergi sambil tertawa.

"Bocah gendeng!!" Kata Daniel bergumam.

-____________________-

"Woooyyy" teriak Ronald mengagetkan Glenn yg melamun di meja kantin

"Gaush pake ngagetin gitu nape!?" Kata Glenn mendorong kpala Ron

"Muahaha, lo lagi mikir apaan coba? keliatan pundung bgt lo hari ini"

"Guee ... Ko gue kepikiran Fany terus ya drtd..." Kata Glenn

"Lo masih mikirin Fany? Alah lu, siapa juga yg nyuruh lo nyelingkuhin Fany-_-" kata Ron

"Ya itu kan gue khilaf, abis si Jeanet itu,, yeah u know what deh" kata Glenn telengkup

"Alah lu, harusnya lu pikirin hati Fany," kata Ron,

"Ya iya, tp kan yg kmaren mutusin itu Fany sendiri, karena apa gue juga gak tau" kata Glenn

"Lo juga gak ngerasa gitu Glenn, masyaAllahh" kata Ron nyebut

"Emang, salah gue apaan? Nampak bgt gitu yah?" Kata Glenn

"Ya elu tuh loh, lo tu sama cewek sendiri gak perhatian, nampak bgt tau ga lo, pacar yg baik tu mestinya jadi supir cwe gitu, prhatian kek dikit .. Ya apa lagi, Fany tu gapernah nuntut lo buat jadi kyk supirnya, tp dia pengen elonya perhatian .. Cwe tu perlu perhatian lebih sob, apalagi Fany tu perhatian bgt sama lo, masa iya lo acuh gitu" ceramah Ron

"Sejenak gue pikir lo agak ketuker antara supir pribadi sama pacar .-. Hmm, bener juga sih, iya deh ngaku gue gue salah, trus saran lo apa?" Kata Glenn

"Ya kalo udh putus ya putus aja udh, kecuali Fany bisa ngasih kesempatan kedua buat lo," kata Ron

Glenn terdiam, benaknya berkata *maafkan aku Fan, aku janji kalo kamu mau ngasih aku kesempatan kedua aku bakal ngasih kamu kebahagiaan*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar