Selasa, 26 Maret 2013

BLIND 'why i love you?' part 9

Pricil berjalan menyusuri lorong yang saat itu sedang sepi. Karna jadwal belajarnya lagi kosong, dia berjalan2 sambil memasang headset dan merancang planning belajarnya di note kecil.

*duukk*
"Ahh," kata Pricil

"Eh maaf maaf," suara cowok yg menyenggol bahu pricil

Pricil tersentak, *suara .......... Cowok* kata pricil dalam hati, lalu pricil berbalik utk melihat cowok itu dannn .... Cesss .. *DANEIL???!!" Teriak pricil dlm hati.

Daniel pun kaget tiba2 melihat pricil. Mereka lumayan lama berpandangan.

"Eh lo kalo jalan liat2 dong" kata Pricil tiba2 marah.

"Eh lo ko jadi marah2 gitu" kata Daniel tiba2 sewot.

"Yee elo tuh nabrak2" kata Pricil

"Eh itu elo yg nabrak, gue udh menghindar elo nya malah nabrakin" kata Daniel

"Huh!! Dasar pembohong tingkat dewaa!! Lo tu yah, bohong tu hobi lo? Ngerjain tu kebiasaan lo?? Hah??!! Dasar cowok!! Bohongin cewek ngerjain cewek kerjaannya!! Isshhh!!!! " Kata Pricil sembari berlalu setelah melampiaskan semua kkesalannya ..

"Salah gue apaan lagi, ni gak beres beneran nih-_-" kata Daniel yang kemudian beranjak pergi.

-_______________-

*Alvin house*

Mata Pricil terus memandangi buku.  Kepalanya masih berkelabut bayang2 sosok Daniel.

"Kerjain dulu deh mslh logaritme .. Nih gue kasih soal dulu, kalo gak ngerti baru kita diskusikan bareng2" kata Alvin sambil menuliskan beberapa soal di papan putih.

Kata2 Alvin membuyarkan lamunan Pricil.

"Vinn jangan banyak2 napahh," kata Irene

"Engga banyak, ini mah namanya sdikit .. Cmn 10 soal aja kok" kata Alvin

"10 soal buat lo mah dikit, buat kita2 mah ini banyakk" kata Irene lagi

"Hhaha, udh kerjain aja sebisa lo dulu, ntar gue kasih tau caranya" kata Alvin mengambil selembar kertas.

"Ini deh gue kasih contoh duluu, ..." kata Alvin kemudian menuliskan beberapa cara di kertas sambil menjelas2kan.

Pricil dan Irene memperhatikan Alvin betul2,

"Ohh, yah yah guee ngerti gue ngerti, whehe, keren lo vin, jago bgt masalah logaritme hahaa" kata Irene

"Pris, lo udh ngerti kan?" kata Alvin yg sejak tadi memperhatikan gerak gerik Pricil

"Eh, hooh hooh, " kata Pricil asal dan lalu kembali ngalamun.

"Ihh, pricil mah asal nyahut-_- suruh dia kerjain juga pasti bengong hahaha," kata Irene

"Apaan, bisa ko guee:p" kata Pricil kemudian mengerjakan soal yg diberi Alvin. Irene pun juga mengerjakan. Sementara Alvin dudk bersandar sambil membaca2 buku.

*15 minute

"Aduhh, napa nih kepalaaaa!!" keluh Pricil .

"Lah lu kenapa Pris, lagi stress lu?" Kata Irene

"Tau deh pusing gue mikirin ini-_-" kata Pricil

Alvin tersenyum melihat tingkah Pricil.

"Hmm, gini deh, mending kita refreshing dulu" kata Alvin mengambil inisiatif dan berlari kedalam rumahnya mengambil gitarnya..

"Mending kita nyanyi2 dulu" kata Alvin membawa gitar dan beberapa buku lagunya. 

Alvin kemudian menyanyikan lagu dengan memetik intro gitar yang sangat indah. Suaranya yang bagus membuat Pricil terkagum.

"Ini nih gue seneng kalo kerja kelompok bareng anak komposer, hahahahaa ada hiburan" kata Irene

Pricil terdiam kagum.

"Bagus kan yah suaranya Alvin" kata Irene setelah habis satu lagu melow dinyanyikan Alvin nyaris sempurna.

Pricil hanya bisa mengangguk.

"Yah masa gue aja yang nyanyi, kamu nyanyi deh Pris, gue denger dari Sammy suara lo bagus." kata Alvin tersenyum sambil memberikan buku lagu2.

Kemudian dengan agak canggung Pricil memilih lagu klasik.

"Eh, lagu ini, kamu suka?" Kata Alvin

"Yah gitu deh, aku sering denger ini," kata Pricil tersenyum

"Sama dong, diantara yg lain aku paling suka lagu ini" kata Alvin

"Emcieee, sama nih kesukaannya" kata Irene menggoda

Pricil dan Alvin terdiam sambil tersenyum. Lalu Alvin pun memulai intronya dan Pricil bernyanyi. Pricil yang punya suara sopran yang indah membuat lagu itu terdengar merdu.. Alvin terkesima dengan suara Pricil. 'Tomboy begini Pricil kalo nyanyi suaranya bagus bgt' batin Alvin

Dilanjutkan dengan lagu2 pop yang kemudian mereka nyanyikan bersama2 .

*markas futsal*

"Duhhh!!" Kata Daniel saat mukanya terkena bola futsal

"Weyy niel, lo kenapa hari ini gak konsen bgt latihan, ada masalah apaan lagi lo?" Kata Ricky menepuk pundak Daniel sesaat setelah latihan diistirahatkan

Tanpa bicara Daniel menarik tangan Ervan yg sedang minum

"Kita perlu ngomong bentar" kata Daniel

(Melap mukanya dgn handuk)
"Ngomong apaan?" Kata Ervan

"Kemaren gue abis dilabrak Benny cs. Gue gak tau kenapa pas gue mau balapan kemaren tiba2 di stop sama Benny" kata Daniel

"Hah? Dilabrak atas dasar apa?" Kata Ervan

"Dia nyebut2 nama Pricil. Dia ngata2in gue. Dia bilang gue udh boongin Pricil" kata Daniel

"Trus lo jawab apa?"

(Flashback)
#*ditempat balapan motor*

"Berhenti lo!!" Bentak Benny

"Apaan lo?! Ada urusan apa lo kesini" kata Daniel

"Lo ada apain temen gue hah!! Pricil bilang lo ada bohongin dia .. Ah bagus ya lo beraninya bohongin cewek!! Berasa apa lo? Berasa jadi cowok cakep lo hah!! Lo udh gausah gangguin temen gue!! Kali ini lo gue kasih ampun! Kalo lo sekali lagi bikin onar sama temen gue, sekecil apapun itu kalo lo ganggu temen gue awas aja lo!!! Lo balik ke rumah gapake kepala!! Ingetin tuh!!" Kata Benny teriak2 tanpa memberikan kesempatan Daniel bicara. #

"Gue gabisa nyahut sama sekali, dia main serocos aja gue gak dikasih kesempatan buat ngejelasinnya. Sehari yang lalu gue gak sengaja nabrak Pricil, trus si pricil malah marah2in gue, dia bilang gue pembohong, suka ngerjain org,dll deh" kata Daniel dgn muka bingung

"Kayaknya kita mesti ngejelasin semua ke Pricil. Dia salah paham kayaknya.. Ah lo juga sih pake main tekateki -_-" kata Ervan

"Ya gue cmn iseng2 aja" kata Daniel

Dibelakang kursi nampak Ricky sedang menguping pembicaraan Daniel dan Ervan. Dia penasaran kenapa tiba2 membawa2 nama Pricil si cewek  senbud dan Benny cowok senbud juga yg terkenal tukang bully itu. 'Hmm,kyknya gue mesti cari tau semua itu'

(Menyambar kunci motornya)
" Weyy guys, gue pulang duluan yoo .." Kata Daniel. Kemudian dia pun pergi.

"Kenapa tuh Daniel?" Kata Radika

"Tau tuh, mumet paling" kata Revan

Sesaat setelah Daniel pergi, Ricky menghampiri Ervan yg duduk tak jauh darinya

"Eh eh, denger2 si Daniel di labrak Benny? Ko bisa?" kata Ricky

"Ah lu tu ya .. Nguping aja kerjaan" kata Ervan kendorong kepala Ricky

(Mengelus2 kepalanya)
"Ya gak sengaja denger td. Emang ada apaan sih?" Kata Ricky penasaran.

"Ya itu, ada masalah ya lo tau kan Daniel punya masalah kecil gitu sama Pricil, ada salah paham aja" kata Ervan.

"Terus?"

"Ya nanti mau gue rundingin sama Daniel. Daniel juga gak mau ngomong yg bener ke gue.. Makanya gue juga bingung" kata Ervan

(Mukul pundak Ricky)
"Ahh rick gue ada ide" kata Ervan.

(Kaget, mengelus dadanya)
"Buseett dah, ide apaan?"

"Lo ajakin Pricil ngomong deh, kan waktu kita ngintipin Daniel di cafe tu pas mereka udh bubar, nah lo nanya2 masalah2 apa yg Daniel omongin  sama Pricil itu. Ntar gue bantu deh" kata Ervan

"Hah? Ngajak Pricil ke kafe?" kata Ricky dgn senyum mengembang

"Eh lo jgn seneng dulu, ntar gue ngikut :p hahhaha" kata Ervan

"Ah lu mah gak seruu!!" kata ricky

"Trus ya kenapa gak lo langsung yg ngomong?" kata Ricky lagi

"Kalo gue yg ngajak dia ketemuan kemungkinan gak bakal dipenuhin, makanya lo aja yg ngajak, nanti gue belakangan dtgnya" kata Ervan

"Oh gitu, yowes dah" kata Ricky.

BLIND 'why i love you?' part 8

*dbukkkk*

"Uhhh!!" Keluh Cecil sesaat setelah menabrak seseorang saat sedang berjalan sambil membaca buku.

(Menunduk dan meraba2 lantai)
"Issh, mana nih kacamata" kata Cecil.

"Eh maaf maaf," kata seseorang yang berdiri di depannya, yupp, itu org yg td ditabrak Cecil.

*eh, suara cowok* batin Cecil bicara dan tanpa dia sadari dadanya berdegup kencang.

"Nih kacamatamu" ucap lelaki itu lagi.

(Memasak kacamata ....)
Cecil yang kaget dgn apa yg dilihatnya tiba2 langsung bermundur. *ini kan..... Radika* batin Cecil. Dadanya semakin berdegup. *aduh, ko gue jadi panik gini* kembali Cecil berbicara dgn hatinya.

Radika yg sedari td belum beralih dari pandangan Cecil merasa bingung.

"Lain kali kalo jalan jangan sambil baca buku gitu" kata Radika sambil berjalan lurus melewati Cecil.

"Eh iya, makasih" kata Cecil agak datar. 'Hah makasih? Astaga? I just said that??' Cecil memukul jidatnya . Dia tau kalau Radika itu salah satu anak futsal yang sekarang menjadi cowok2 yg dikesali teman2nya ..

-_______________________-

"Hah???!!!" Kata Tiffany dan Pricil berbarengan.

"Lo nabrak si mike tyson itu?" Kata Pricil

"Ko bisa sih?" Tanya Tiffany

"Iya, waktu itu gue jalan sambil baca buku, ya gue juga kaget tiba2 ada org di dpan gue" kata Cecil

"Yaelah, lo juga sih, pake acara baca sambil jalan gitu-_-" kata Pricil.

"Trus trus?" Kata Tiffany

"Hmm, saking kerasnya tabrakan gue itu, kacamata gue ampek jatuh .. Pas dia ngambilin trus gue pasang, dan pas gue liat tu muka, ya iya kaget noh gue" kata Cecil.

"Kalo dari deket ganteng gak mukanya?" Kata Pricil sambil menggoda. Tiffany menyenggol2 bahu Cecil

"Ahh sama aja, cmn ya ntah apa gue dukduk bgt pas denger suaranya..." Kata Cecil sambil mengingat bagaimana suara Radika td.

"Ohh, kagum nih ceritanya sma suaranya..." Kata Tiffany

"Engga engga, gak kagum ko cmn ya sedikit amazing aja pas denger suaranya bagus gitu" kata Cecil, tanpa disadarinya mukanya berubah jadikaya udang rebus.

Pricil dan Tiffany pun tak henti2 mentertawakan Cecil dan tak henti melontarkan kata 'ciee'. Sesekali Cecil mengelak2.

-_____________________-

Ervan berjalan menyusuri lorong sepi di sekolahnya, tiba2 langkahnya terhenti.

(Duduk di bangku)

"Hmmm...tempat ini..." Gumam Ervan sambil memandangi kursi yang biasa dia tempati saat memainkan gitar.

Dia pun menyandarkan badannya dan mengambil secarik kertas dari sakunya. Kertas itu jatuh ke lantai yg td terbawa angin dan segara mengambilnya,

"Apa ini?" Gumam Ervan sambil mengambil kalung berliontin hati yg ada dibawah kursi yang dia duduki.
Ervan diam untuk beberapa waktu dan tersenyum, kemudian dia pun meninggalkan tempat itu.

Sementara itu, Tiffany yang sedang disibukkan dengan aktifitas mading nya membuat dia jarang berkumpul dgn teman2nya.

(Duduk di ruang khusus pengurus mading. Sendirian)

"Duhh, ko gue jdi mumeeett ginii!!" Keluh Tiffany sambil beberapa kali menggumpal kertas dan melemparnya ke tong sampah di dekat pintu.
"Aaaghhh!!" Fany melempar gumpalan kertas lagi dan menutup mukanya dengan kedua tangannya.

"Aduhh!!" Terdengar suara lelaki dari balik pintu.

"Glenn?" Kata Fany terkejut.

"Fany?" Kata Glenn  yg saat itu juga terkejut.

"Ngapain kamu ke sini?" Tanya Fany agak sedikit mensewot.

"Emm, aku cmn mau ngantar surat2 ini, harus ditandatangani sama ketua pengurus mading" kata Glenn mendekati Fany sambil menyerahkan map berisi beberapa lembar surat.

Fany pun mengambil dan menandatanganinya. Glenn saat itu memperhatikan Fany.

"Mana kalungmu?" Tanya Glenn melihat leher Fany yg kosong

"Tau hilang" kata Fany cuek

"Ko bisa hilang? Gak sengaja hilang atau sengaja dihilangin?" Selidik Glenn

"Nih suratnya, udh keluar sana aku lagi sibuk!" kata Fany sambil menyerahkan map itu dan menunduk untuk mengambil kertas dan kembali menulis.

"Kamu belum cerita kenapa kamu mutusin aku" kata Glenn yg masih belum beranjak pergi.

"Udh ku bilang lain kali aja, aku lagi sibuk!" kata Fany

"Tappiii...."

"Udh sana pergi... Tolong Glenn aku perlu sendiri!!" Kata Fany memotong kata2 Glenn. (Berbalik arah menghindari pandangan Glenn)

"Oke kalo itu mau kamu," kata Glen yg kemudian beranjak pergi.

"Glenn?" Kata Tiffany lagi

"Iya Fan?" Tanya Glenn sedikit mengumbar senyum, berharap kali ini Fany ingin bercerita.

"Tutup pintunya" kata Fany datar. (Sambil menghapus air mata yg tak disadarinya mengalir di pipinya.)

"Hmm, oke" kata Glenn sedikit kecewa, kemudian beranjak keluar dan pergi.

-________________________-

Pricil duduk di bangku depan kelasnya. Kesibukan Fany dan ulangan2 yg dilaksanakan Cecil membuat dirinya sendirian.

"Hayy Pris," sapa Sam yang sedang berjalan di depan Pricil

"Oh hay Sam," kata Pricil agak datar tapi berusaha untuk tersenyum.

"Ko sendirian, mana Cecil?" Kata Sam,

"Cecil banyak ulangan, mungkin besok baru abis" kata Pricil

"Fany masih sibuk mading ya?" Kata Sam lagi, kali ini dia mengambil posisi duduk samping Pricil.

"Iya tuh, masih belum selesai2 juga," kata Pricil

Disamping itu, Daniel yg sedang mengutak atik laptop nya terdiam sejenak melihat Pricil dan Sam sedang berbicara.

"Woyy, liatin apa lu?" Suara Ricky membuyarkan lamunan Daniel.

"Ah rese bgt lu!" Kata Daniel memukul pundak Ricky.

"Ahahaha, lo lagi liatin siapa? Td gue perhatiin lo bukannya ngerjain tugaslo malah ngeliat ke arah kelas seni, ada siapa emang?" Sambil mencari2 yg ada di depan kelas seni

"Eh itu bukannya Pricil?" Tanya Ricky lagi.
"Oalah, ngeliatin Pricil toh kamu, katane beunci buanget sama Pricil" kata Ricky menggoda Daniel dgn logat jawanya.

"Ahh rese lu, mana ada, gue gak ngeliat Pricil. Ngapain juga gue ngeliatin tu cewe" kata Daniel cuek.

"Halah, awas lo, jgn benci2 bgt, nanti bisa jadi cinta!!" Kata Ricky sembari pergi sambil tertawa.

"Bocah gendeng!!" Kata Daniel bergumam.

-____________________-

"Woooyyy" teriak Ronald mengagetkan Glenn yg melamun di meja kantin

"Gaush pake ngagetin gitu nape!?" Kata Glenn mendorong kpala Ron

"Muahaha, lo lagi mikir apaan coba? keliatan pundung bgt lo hari ini"

"Guee ... Ko gue kepikiran Fany terus ya drtd..." Kata Glenn

"Lo masih mikirin Fany? Alah lu, siapa juga yg nyuruh lo nyelingkuhin Fany-_-" kata Ron

"Ya itu kan gue khilaf, abis si Jeanet itu,, yeah u know what deh" kata Glenn telengkup

"Alah lu, harusnya lu pikirin hati Fany," kata Ron,

"Ya iya, tp kan yg kmaren mutusin itu Fany sendiri, karena apa gue juga gak tau" kata Glenn

"Lo juga gak ngerasa gitu Glenn, masyaAllahh" kata Ron nyebut

"Emang, salah gue apaan? Nampak bgt gitu yah?" Kata Glenn

"Ya elu tuh loh, lo tu sama cewek sendiri gak perhatian, nampak bgt tau ga lo, pacar yg baik tu mestinya jadi supir cwe gitu, prhatian kek dikit .. Ya apa lagi, Fany tu gapernah nuntut lo buat jadi kyk supirnya, tp dia pengen elonya perhatian .. Cwe tu perlu perhatian lebih sob, apalagi Fany tu perhatian bgt sama lo, masa iya lo acuh gitu" ceramah Ron

"Sejenak gue pikir lo agak ketuker antara supir pribadi sama pacar .-. Hmm, bener juga sih, iya deh ngaku gue gue salah, trus saran lo apa?" Kata Glenn

"Ya kalo udh putus ya putus aja udh, kecuali Fany bisa ngasih kesempatan kedua buat lo," kata Ron

Glenn terdiam, benaknya berkata *maafkan aku Fan, aku janji kalo kamu mau ngasih aku kesempatan kedua aku bakal ngasih kamu kebahagiaan*

Senin, 25 Maret 2013

BLIND 'why i love you?' part 7

- Aula -

"Huff, gila nih pa kepsek .. Males banget deh ngumpul di aula" keluh Cecil (melempar tasnya ke tanah *dramanya Cecil kambuh*)

"Yupp, betul sekali .. Berasa masuk ruang spa .. Udh diluar sini matahari terik banget, didalem lagi AC kaga nyala -_-" kata Tiffany (mengambil satu pak tissu dalam tasnya)

"Ihh, kabur yookk" kata Pricill .. Bandelnya kambuh. Tiffany dan Cecil mengangguk setuju.

Baru sampai di depan aula, mereka melihat dua org cowo masuk ke Aula yg sebenarnya masih agak sepi. 

"Waitt, itu bukannya Daniel ya??" Kata Cecil sambil membenarkan kacamatanya

"Eh iyaa tuh Daniel .. Wah, masuk aula juga dia" kata Tiffany.

"Aduh, mampusss x_x " kata Pricil memukul jidatnya. (Muka Pricil berubah sedikit pucat)

"Lo kok pucat gitu Pris?" Tanya Tiffany sambil memegang pipi Pricil

"Eh, ga apa2 kok fan, " kata pricil sedikit tergagap

Setelah ingin melangkah masuk, mata mereka tertuju pada daniel yg ternyata masih di depan aula, seperti sedang menunggu seseorang, dan yupp, benar dia menunggu seorang laki2 bertubuh kekar.

"Ehh, itu yang sama Daniel ko gue berasa pernah liat ya??" Kata Tiffany mengingat

"Ahhhh!!!! Itu kan si mike tyson yg kelamaan berendem di cairan aspal, wakakak" kata Pricil

"Oh iyaa tuhh!! Cie cieee, Cecill ;;) hahaha " Kata Tiffany.

"Whaha, ohoks Cecil nyahaha" kata pricil

"Ahh, apa sih kalian?? -_-" kata Cecil memukul pundak Tiffany dan Pricil.

Akhirnya mereka semua masuk ke aula .. Saat baru tiga langkah masuk, para anak2 futsal matanya mengarah ke Tiffany, Pricil dan Cecil .. Tepatnya ke arah Pricil .. Saat itu juga si Pricil langsung berjalan mundur, tapi dua lengan Pricil di pegangi Tiffany dan Cecil .. Akhirnya mereka masuk dan duduk di pojokan belakang .. Dari tempat duduk mereka bisa melihat gerombolan anak futsal terutama Daniel.

"Huh, jadi kaya buronan nih gue, diliat2 begitu" kata Pricill

"Udah Pris, ya gausah dilihat .." Kata Tiffany

Di depan mereka duduk ada Sherly dan Rany. Gak jauh dari tempat kamu duduk ada si cowo yg dikatain ade ray sama Pricill& Tiffany.

"Penasaran deh gue, siapa sih nama si mike tyson itu -_-" kata Cecil melihat ke arah cwo itu

Seketika muka Tiffany dan Pricil berubah, antara kaget,

"Idihh, ternyata ada yg penasaran juga.. Ohok ohok" kata Tiffany

"Wkaakakak, alah lu gausah jaim deh Cill. Sini deh biar gue tanya ke Sherly" kata Pricill nekat. Nah lo mampuss guee x_x

"Sher, .."

"Iyaa? Apa Pris?" Kata Sherly

"Itu cwo yg gede di gerombolan anak futsal itu namanya siapa ya??" Kata Pricill

"Eh, itu .. Gue lupa siapa namanya x_x" kata Sherly garuk2 kepala

"Sherly ni deh, suka pikunan gitu, masa sama temen sekelas aja lo lupa namanya ckckck, itu namanya Radika" kata Rany

"Eh iya Radika, duh nge blank nih gue " kata Sherly nepuk jidatnya

"Ohh, Radika.." Kata Pricill nyenggol cecil .. Begitu juga dengan Tiffany .. "Kegencet deh gue nih di senggol2" kata Cecil ..

" Kenapa Pris? Lo naksir sama Radika? Hhaha" kata Rany

Tadinya si Pricill mau nunjuk Cecil, tapi dia urungkan ..

"Bukaaaannnn, demi apa gue naksir sama dia? Bukan, bukan gue .." Kata Pricill bergidik

"Hhaha, kalo suka juga gapapa Pris, tu cowo walaupun jelek tapi mantannya kece kece lohh" kata Sherly

"Enggaaaaa!! Gue gak sukaa .. Gaada yang sukaaa!!" Kata Pricill.

"Yang dibelakang mohon diam!!" Kata pa kepsek

"Iya pa iyaaaa" kata mereka semua sambil nunduk

"Gila lo Pris, ya lo histeris gausah gitu juga kali" kata Tiffany

"Iya nih, lagian lo tuh nekat bgt nanya ky gitu" kata Cecil berbisik

"Ya elah, ya gue juga yg dapat ampasnya" kata Pricill nyubit paha Cecil

"Astaga Priss, sakitttt" kata Cecil.

"Husshh, apa deh kalian nih?? Ngegosip melulu" bentak Benny.

"Eloo yg diemm" kata Cecil, Tiffany, dan Pricill bareng2 sambil mukul Benny. Sammy yang berada disamping Benny tersenyum sambil geleng2.

-kafe belakang sekolah-

Brrruukkk~~ Tiffany mengeluarkan isi tasnya dan menghamburnya di atas meja kantin

"Lo nyari apa Fan?" Kata Pricill

"Iihh, cuci gudang nih :D" kata Cecil.

"Cecill, ampun deh ya .." Kata Pricill

"Ini nih, aku lagi nyari ituu, emm kalung gue .." Kata Tiffany masih mengubek2 isi tasnya

"Kalung elo yg dikasih Glenn itu?"Kata Pricill

"Iyaa .. Ko ditas gue gak ada ya?" kata Tiffany

"Emang lo terakhir naroh dimana?" Tanya Cecil

"Nah itu gue lupa, tp yg jelas tiap hari tuh gue bawa kalung itu dan gue taroh di tas terus" kata Tiffany agak panik

"Terakhir lo megang kapan?" Tanya Pricill

"Nah itu, seinget gue waktu gue masih jalan sama Glenn tuh kalungnya gue pakai"

"Coba lo cari dirumah lo deh, kali aja keselip dimana gitu" kata Cecil

Belum sempat Tiffany bicara, tiba tiba masuk seorang cowo. Ituu Daniel. Saat Daniel melihat Pricil, dgn muka yang berusaha cool itu dia bersandar di pintu kantin dan tetap melihat Pricil. Lalu Naumi, si cewe paling terkenal di sekolah masuk. Aku liat, si Daniel sengaja menghalangi Naumi dgn kakinya dan Naumi pun tersandung.

"Eh, maaf ya maaf" kata Daniel sambil memegang tangan Naumi

"Iya gapapa Dan," kata Naumi sambil tersenyum.

Melihat kejadian itu Pricil merubah mukanya menjadi agak lebih masam .. Cecil dan Tiffany saling senggol.

Setelah beberapa saat berada di kantin, Daniel dan Naumi pun keluar bersama2 sambil bercanda .. Sesekali Daniel melihat kearah Pricil

"Ihh, heran deh, sengaja bngt tuh pake acara nyandung si Naumi" kata Pricil dgn muka kesel

"Lah, terus kenapa? Ya kan Daniel emang gitu kata Reva, orgnya suka ngejailin cewe" kata Tiffany sambil makan

"Ya tapi tuh dia sengaja bgt ky gitu dihadapan gue .. Dikira gue jealous apa? Ihh, gak mempan" kata Pricil sambil ngudek2 makanannya.

"Jadi maksudlo si Daniel kyk gitu sengaja bikin lo jealous gitu?" Kata Tiffany. Cecil mangut2 sambil makan.

"Yaa, bisa jadi kan? Halah, gak ngaruh" kata Pricil

"Lah kalo gak ngaruh, napa lu jdi sewot gitu?" Kata Cecil

"Engga, siapa juga yg sewot" kata pricil

"Idihh, kelihatan bgt boongnya .." Kata Tiffany mukul pipi Pricill

"Ihh, engga ko .. Gue gak sewot .. Ngapain sewot:p " kata Pricil

"Hayoo, ada yg cembokurrr :p" kata Cecil

Cecil dan Tiffany pun mentertawakan kelakuan Pricil.

BLIND 'why i love you?' part 6

-Kantin-

"Pricil, Tiffany, Ceciill...!!" Panggil Zilla. Disana ada Reva dan Gissela

"Ada apa Zill?? Tumben lo ngajak ketemu?" Kata Tiffany (menggeser tempat duduknya)

"Humm, gini .. Si Ricky, salah satu anak futsal sekolah kita ada nge DM aku .. Dan dia nanya masalah Daniel sama elo Pris, kalian ada punya masalah apaan?" Kata Zilla. (Membuka hapenya dan memperlihatkan percakapan Ricky dan Zilla kepada Tiffany, Pricil, dan Cecil)

"Kepo bgt nih org -_-" kata Cecil. (Sesaat setelah melihat percakapan itu)

"Monyet emberrr, awas lo ntar kalo ketemu" kata Pricil geram

"Buseett, songong bgt tuh cwo!" Kata Tiffany

"Siapa yg ember? Siapa yg songong?" Tanya Gissela

"Lo beneran berantem sama Daniel?" Tanya Reva

"Ko bisa berantem gitu? Ceritain dong" pinta Zilla, tapi Pricil memilih untuk merahasiakannya. 

"Gaada apa2 kok, gini aja, lo kalo ditanya macem2 sama si Ricky2 ini, bilang aja lo gatau apa2" kata Pricil

"Elo ada masalah sama Daniel?" Tanya Reva

"Gaada ko gaada. Intinya ya gue bantu Tiffany dan udh, gitu aja gaada apa2 .. Ya kalian gausah mikir yg kygitu .. Kalo ditanya bilang aja gk tau .." Kata Pricil

Akhirnya merekapun bubar. Pricil, Tiffany, dan Cecil tetap di kantin.

-kantin sekolah-

"Mba, kebab nya satu dong mba" kata Cecil. Maklum, ditengah teman2nya, Cecil dijuluki Ratu makan karna hobinya makan.

"Saya juga dong mba satu" terdengar suara lelaki di samping Cecil, Cecil pun kaget dan melirik ke sebelahnya. 'Hmm, kekar' pikir Cecil dalam hati.

"Trus sama es jeruk gapake gula 1 ya mba" sambung Cecil setelah melirik cowok disebelahnya.

"Saya juga mba!! Eh tapi saya pake gula" kata cowok itu lagi. 

Rupanya si Cowok ini menyambung apa yang di minta Cecil. Karna apa yg dipesan mereka sama.

'Jiahh knapa ni cwo ngikut gue, jangan bilang ntar kalo gue mesen kotoran kebo lo mau juga satu'. Kata Cecil dalam hati yg sebenarnya sedikit bingung.  

Dibelakang Cecil, Tiffany dan Pricil tertawa cekikikan melihat tingkah cowok disebelah Cecil yg daritadi mengikuti Cecil.

"Nih uangnya mba" kata Cecil setelah menerima makanannya.

"Mba, uangnya ntar ya" kata cowok itu dan lalu pergi dgn membawa makanannya.

('Jiahh jlebb banget .. Ngutang ternyata .. Gubrak sekali' Cecil berkata dalam hati sambil menggelengkan kepalanya)

-_______________________-

Tiffany, Pricill dan Cecil bersama teman sekelasnya, Bella, Irene & Vinna diberi tugas tambahan dan harus berada di sekolah sampai selesai tugasnya. Berhubung ada jam istirahat, akhirnya mereka semua memutuskan untuk pergi ke Cafe belakang sekolahnya dgn membawa beberapa map berisi tugas2. 

"Berapa jam lagi nih?" Tanya Vinna

"Hmm, kita nungguin anak akselerasi selesai jam pertama dulu kan?" Kata Irene.

"What? Akselerasi emang ada tugas juga?" Tanya Tiffany kaget.

"Ya iya lah, lo gak tau? Selama ini kan akselerasi tuh emang pulangnya sorean gitu" kata Bella sambil membuka map2 yg mereka bawa td.

"Hah? Jadi ntar kita pulang barengan anak akselerasi tuh?" Kata Tiffany

"Mampusss kita!!! Ishh, bareng? Astaga-_-" Kata Pricil memukul jidatnya

"Ih nyantai deh, anak akselerasi gak nelen kita kok" kata Vinna

"Gak nelen tapi bikin sebel" kata Pricil.

(Cuek dgn percakapan teman2nya, Cecil malah makan sambil membolak balik kertas yg ada dalam map)

"Cecill, elo bukannya ngerjain malah makan" bentak Irene (memukul pipi Cecil yg penuh makanan)

"ahh, ganggu deh .. Gue laper tauu :p "kata Cecil melanjutkan makannya.

"Gila nih cecil, udh makan kebab td masih aja laper .. " Kata Pricill geleng2

Cecil masih cuek.

"Hekss? Cecill td beli kebab? Ahh nggak ngajak nihh "kata Bella (mukul Cecil)

"Iya td Cecil beli kebab bareng ade ray.. Hahaha" kata Tiffany

"Hah? Ade ray? Siapa?" Tanya Vinna

Tiffany & Pricill tertawa terbahak bahak. Irene, Bella & Vinna juga ikutan ketawa, padahal mereka sendiri bingung kenapa mereka ketawa -_-

"Hussshhhh, itu bukan . Ade ray, tapi itu mike tyson yg kelamaan berendem di lumpur lapindo" kata Cecil (still eat -_-")

"Hah? Berendem dilumpur lapindo? Gosong dong" kata Irene

Merekapun mentertawakan cerita Tiffany dan Pricil saat melihat Cecil dan cowok di kantin tadi, Cecil hanya bisa diam dan sesekali membantah.

-________________________-

BLIND 'why i love you?' part 5

Daniel akhirnya sampai di cafe dan nge sms Pricill ..

"Eh kamu dimana? aku udh di cafe nih.." Kata Daniel

"Humm, aku duduk di pojok deket jendela." Kata pricill sambil melihat2. Dan sebenarnya Pricill agak bingung, dia gak pernah tau sama yang namanya Daniel.

(memutar badannya dan melihat sekeliling cafe mencari seseorang yang sedang menelpon,)
"Eh kamu yang pake baju warna hijau tosca itu ya?" Kata Daniel, akhirnya menemukan seorang perempuan.

"Iyaa," (kaget. Lalu memutar badannya mencari2 org, dan dia melihat seorang lelaki yg menelpon dan sedang terlihat mencari seseorang) 
"kamu yang pake baju kotak2 warna orange itu ya?" Kata Pricil meyakinkan bahwa yg dilihatnya itu benar Daniel.

Yakin bahwa itu Pricil, Daniel pun langsung mematikan hapenya dan duduk tepat didepan Pricil.

"Hem, bentar gue ke belakang dulu" kata Pricil (berlari meninggalkan tasnya).

Daniel hanya mengangguk. Lalu ia memesan minuman.

Pricill pergi ke WC dan nge sms Tiffany apa yang terjadi. Dan kembali ke tempat duduknya.

Tiffany dan Cecil berkumpul dirumah Cecil, mereka menunggu kode kalau Pricil kenapa2.

"Eh ni Pricil nge sms" kata Tiffany

"Hah? Apa katanya" kata Cecil.

( Messages from Pricil *Gak nyangka gue, Daniel orgnya cool tp mukanya songong abiss. Dia gak ngebawa siapa2. Gue aman. Kalian tenang aja udh* )

"What? Cool? Sesuatuhh deh" kata Cecil

"Awas aja nih sampai Pricil naksir sama Daniel -_-" kata Tiffany

"Kalo ampek si pricil naksir daniel, sumpah gue ketawain abis2an deh wkakakaka" kata Cecil

"Hhahhhaha, bener banget tuh .. Ntar kita ledek abis2an tuh si pricil wkakakak" kata Tiffany.

*Daniel and Tiffany at Cafe*

hening ....... Sangat hening ....... Terlalu hening -_-  gaada yang membuka percakapan. Akhirnya setelah mereka selesai minum dengan diam, akhirnya Daniel bicara.

"Okee, sekarang aku udh liat kamu dan udah tau alasan kamu mengenai nomer Ervan itu. Tuh udh aku sms nomernya " kata Daniel dan dia langsung pergi tanpa mendengar penjelasan dari Pricill ..

"Eh eh, soal masalah ini lo jangan sampai ngasih tau ke siapa2 yaa" kata Pricil setengah berteriak.

"Okeee" kata Daniel dan menghilang.

Ternyata tanpa sepengetahuan Daniel dan Pricil, Ervan dan beberapa temannya datang ke cafe karna penasaran.

"Aishh ngapain kalian di sini, kalo sampai Pricil liat kalian disini, gue bisa mampus" kata Daniel takut

"Hah? Gasalah denger gue niel? Kenapa lo jadi takut gitu sama cewek? Biasanya juga lo cuek abis sama cewe yg gajelas" kata Revan, ketua tim futsal yg juga datang waktu itu

"Bukannya gitu .. Gue gak mau ketauan aja, soalnya td gue udh bilang gue sendirian, yaudh kita ngomong ditempat lain aja" kata Daniel lalu mereka semua pergi ke markas mereka.

Lalu Pricil pun melihat ke hapenya .. Tak ada sms apapun .. Pricill geram. 'Isshh, gue dikerjain. Awas aja tuh sama yang namanya daniel. Mampus lo ntar' kata pricil dalam hati

Akhirnya dia ke kasir, dengan marah.
(Mengambil selembar uang RP.100.000)
"Nih, ambil aja kembaliannya" kata pricill dan pergi. Penjaga kasirnya diam tercengang.

Pricill kembali mengajak Tiffany dan Cecil kerumahnya . Dan Pricill nampak sangat marah saat itu. Dia pun menceritakan dari awal. Dan saat dia berusaha menelpon Daniel, nomernya gak aktif, kyknya Daniel ganti nomer.

"Gue yakin, si Daniel ganti nomer. Pasti biar gue gk bisa marahin dia, huff" kata Pricil kesal

"Asemm bgt tuh si Daniel" kata Tiffany marah.

"Iyaa tuh asemm banget!!" Kata Cecil ( merem melek sambil ngupas jeruk)

"Cecill??!! Yang asem apa??" Kata Tiffany yang hampir setengah putus asa ngeliat Cecil.

"Ituhh, si Daniel asem banget" kata Cecil masih merem lalu melek . 'Dan emang selain Daniel asem, jeruk yg kumakan juga asem. Yaa sekalian aja bilang asemnya ..' Kata Cecil dalam hati #heyy,knapa jadi ngomongin jeruk x_x

Pricill ga bisa ngomong apa2 lagi. Dia akhirnya menelpon teman sekelasnya, Benny yang kebetulan musuh besarnya Daniel.

"Ben, gue perlu bgt nih bantuanlo" kata Pricil. Fany dan Cecil bingung

"Mau minta tolong apa lo?" Kata ben

"Lo tuh benci kan sama Daniel, lo emang sering kelahi kan sama Daniel?" Kata pricil

"Yupp, gue musuhnya sedari kelas 1, ada apa lo?" Kata ben

"Lo bantuin gue, tolong labrakin tuh si Daniel, dia udh ngebohongin gue," kata pricil

"Wah, kurang ajar banget tuh si Daniel" kata Ben terdengar geram.
"Oke tenang aja gak gue kasih ampun tu anak"

*markas anak futsal*

"Jadi itu Pricilla, si cewek yg naksir Ervan?" Kata Wiki

"Bukan, bukan dia yang naksir. Tapi temennya" kata Daniel.

"Siapa niel?" Kata Ervan penasaran

"Gue gak nanya namanya, hmm ya nanti deh selidikin" kata Daniel

"Hmm, cantik ya Pricil itu" kata Ricky, salah seorang tim futsal itu juga

"Ric, lo naksir?" Kata Daniel.

"Engga, gue gk naksir. Ya heran aja, minta nomer Ervan sebegitu ribetnya. Ya kalo gue sih yang dimintain nomer, pasti gue kasih" kata Ricky cuek. Menyindir Ervan.

"Kan beda Ric, tadinya ya gue pikir dia itu musuh kita itu, nyamar jadi cwe gitu. Kan mereka bisa aja gitu" kata Ervan.

"Hmm, trus lo kasih nomerlo ke tu cewe?" Tanya Radika pada Daniel

"Lupain deh, gue gak mau ngebahas itu dulu, capek gue .. Gue cabut duluan ya, byee" kata Daniel mengambil kunci motornya dan pergi.

"Napa tuh Daniel?" Tanya Ricky.

"Udh deh . Biarin aja tuh si Daniel. Abis ketemu cewek kan biasanya dia begitu" kata Ervan.

"Okee, ayo deh latihan lagi, minggu depan tanding nih" kata Revan. Mereka pun latihan.

-_______________________-

('Tinn tinn tinn' bunyi klakson mobil Cecil)

"Kebiasaan buruk Pricil nih ky gini" kata Tiffany (sambil mencoba menghubungi Pricil)

*Pricil and Tiffany via Call (speaker)*

"Pris, bangun lo!! Gak pengen sekolah atau apa lo?" Kata Tiffany

"Ishh, males nih gue. Gue male sekolah. Kalian aja deh." Kata Pricil yang sebenarnya sudah berseragam sekolah lengkap.

"Loh? Ko gamau sekolah lo? " Kata Cecil ikut nimbruk di telpon.

"Males ketemu Daniel gue." Kata Pricil.

"Ah lo ko gitu. Ya Daniel gak makan lo juga kali Pris. Ayoo cepetan" kata Tiffany. (Menutup telpon)

Tiffany dan Cecil turun dari mobil dan mengetuk pintu. Mama Pricil membukakan pintu.

"Masuk, naik aja tuh Pricilnya ada di atas" kata mamanya Pricil.

Tiffany dan Cecil pun lalu naik dan membujuk Pricil.

"Astaga-_- lo udh siap gini masih aja tuduran gitu" kata Cecil

"Ayoo pris, lo kenapa jadi males sekolah gini?"
Kata Tiffany duduk di samping Pricil

"Iya pris, lo males ketemu Daniel? Kenapa? Daniel gak makan lo juga kok" kata Cecil

"Gue males ngeliat yang namanya Daniel itu, gak sanggup gue liat muka songongnya itu. Salah2 ntar gue naik darah" jelas Pricill

"Ayo lah Pris, demi kami nih. Masa iya kami berdua aja ntar. Kalo kami diteror gimana" kata Cecil.

"Iya nih Pris, ah tega deh lo" kata Tiffany

(Berfikir sejenak)

"Hmm, yaudh deh. Ayoo" kata Pricil bangkit dari tempat tidurnya.

"Ayoo cepet, ntar kejebak macet ayoo" kata Cecil menarik tangan Tiffany dan Pricil menuruni tangga

"Maaa!!, Pricil pamit ke sekolaahhh!" Kata Pricil berteriak.

"Gak sarapan dulu?" Tanya mamanya Pricill

"Gak usah mahh, byeee" kata Pricil (keluar rmh dan menutup pintu)

(Masuk mobil dan Cecil ngebut dengan kecepatan maksimal)

"Gila lo, mau bunuh diri lo ngebut gini" kata Pricil mukul bahu Cecil

"Cecill, pelan2 napa-_-" kata Tiffany bepegangan erat pada kursi.

"Biar cepet. Kita udh telat nih, pegangan aja" kata Cecil masih ngebut.

*School*

(Tiffany, Pricil, dan Cecil memasuki gerbang sekolah.)

(Daniel berjalan menuju ke gerbang keluar dari lorong sekolah, melihat Pricil, Daniel mengurungkan niatnya keluar gerbang dan berbalik arah)

"Tu Daniel kan?" Kata Cecil

"Wait? Lo tau yang namanya Daniel?" Tanya Tiffany pada Cecil

"Ya kan gue pernah bilang, gue tau sama yang namanya Daniel" kata Cecil.

"Eh, ko dia balik arah gitu?" Kata Tiffany

"Jiaahh, Takut gitu liat kita?" Kata Cecil tertawa

"Emang kita setan gitu?" Kata Tiffany

Pricil terdiam.

"Ya udh deh, masuk yoo" kata Pricil. Merekapun akhirnya masuk lorong, melewati kelas akselerasi.

Di depan kelas akselerasi itu ada bergerombolan anak2 futsal. Para teman2nya Ervan dan Daniel. Mereka semua melihat ke arah Pricil saat Pricil, Tiffany dan Cecil lewat.
"Eh tuh Pricil tuh" kata Ricky berbisik menyenggol Revan. Mereka yang tadinya ribut hening seketika sambil melihat ke arah Pricil

( *#flashbackpart1* saat kembali memasuki lorong akselerasi, Daniel menarik tangan Ervan dan membawanya kedalam kelas)

-_________________-

*Pricil, Tiffany, and Cecil at Class*

"Ahh, yakin gue. Daniel pasti cerita. Tuh anak emang ya, gue udh bilang rahasia ttp aja dibongkar!!" Kata Pricill marah2 setelah sampai kelas. 

"Ko elo bisa berfikir kaya gitu?"Tanya Cecil.

"Ya iya lah, knapa coba tu rombongan anak futsal matanya ke gue semua. Dan kan mereka semua temennya Daniel sama Ervan." Kata Pricill

"Eh iya, heran deh. Ko Daniel sama Ervan tadi gaada yah? Bukannya mereka sering bareng?' Kata Tiffany

"Nah itu .. Aduhh, emang dasar deh tu Daniel, udh gak ngasih nomernya Ervan, pake acara ember lagi .. Huh, benci banget gue" kata Pricill

"Sabar Pris, sabar .." Kata Tiffany

Lalu tiba tiba ada telpon masuk ke hape Tiffany, dari Zilla .

"Iyaa? Ada apa Zil?" Tanya Tiffany bingung

"Eh, gue perlu ngomong deh sama kalian, di kantin sekolah ya pas istirahat" kata Zilla agak sedikit tergesa2.

"Eh iyya iyyaa"

'Klik' dan ditutup. Pricil, Tiffany, dan Cecil penasaran dgn apa yang ingin dibicarakan Zilla. Tumben banget Zilla ngajak ketemuan gitu.

Minggu, 24 Maret 2013

BLIND 'why i love you?' part 4

Paginya Daniel mencoba untuk menghubungi langsung si cewe yang nge sms dia itu.

Pricil kaget melihat hapenya. Ada 8 missed call dari Daniel sejak subuh tadi. Dia enggan menjawab dan mendiamkannya.

Setelah beberapa kali menelpon Pricil, akhirnya Daniel mencoba nge sms Pricil.

"Elo tuh yg kemaren nge DM gue itu ya??" Kata Daniel menyelidik. 

"Hah? Gaada" kata Pricill agak panik.

"Lo gausah bohong deh. Gue bisa ngelacak lo .. Lo anak SMP don bosco juga kan .. Ngaku deh lo!!" Kata Daniel.

Tanpa berfikir panjang Pricil langsung ngambil kunci mobilnya dan pergi dengan panik.

(Di mobil Pricil menelpon Tiffany)
"Fan, lo ada dirumah kan?" 

"Iya gue dirumah, ada apa?" Kata Tiffany bingung.

"Kita ngumpul di rumah lo deh ya, kabarin Cecil .. Ada yang mau gue ceritain, penting banget" kata Pricil

"Oh oke oke" kata Tiffany lalu menutup telponnya lalu dia menghubungi Cecil.

*Tiffany house*

"Gilllaaaa .. Daniel tau sama gue .. Gimana nihh???" Kata Pricill yg saat itu panik banget.

"Hah??!!" Kata Cecil & Tiffany kaget setengah mampuss ..

"Ko bisa sih?" Kata Tiffany

"Lo ngaku ke Daniel??" Kata Cecil

"Aduhh, nih Cecil kumatnya gak tepat bgt deh" kata Tiffany terlihat putus asa melihat Cecil

Si Pricil pun menceritakan semuanya.

"Astaga, hebat bgt tuh si Ervan pake bisa ngelacak gitu. Seumur2 aku baru tau alamat bisa dilacak lewat nomer hape aja." Kata Cecil terkagum2

"Ahh, ni Cecill. Lo ko jd ngebahas itu .. Itu loh si Ervan tau sama Pricill gimana cara ngatasinnya x_x" kata Tiffany sebel.

Pricill ga bisa ngomong sama skali ..

"Btw, lo akhirnya jujur kan?" Kata Cecil mulai serius

"Humm, nah makanya itu, apa gue perlu jujur?" Kata Pricill ragu

"Ya lo kalo kata gue sih jujur Pris, tp masa iya lo harus bilang kalau si Tiffany suka sama Ervan? Kan gamungkin banget" kata Cecil.

"Akhirnya lo connect juga Cill .. Ya gue sih setuju aja kalo lo mau jujur. Tp ya sumpah gue masih belum siap si Ervan tau kalo gue suka sama dia" kata Tiffany (memukul pundak Cecil)

"Ya gini deh, mending lo jujur aja siapa diri lo sebenarnya, nah nanti lo kasih tau alasan sebenarnya lo jdi minta nomer Ervan,lo bilang temen lo yg naksir Ervan, tapi jgn bilang Tiffany .. Kyknya sih kalo masalah hati gak bisa dilacak pake satelit kali yahh???" Kata Cecil dgn penjelasannya yg beruntun 

"Humm, bener tuh Cecill, baru kali ini lo ngusul bagus .. Hahaha" kata Tiffany mentertawakan Cecil.

(Cecil tertawa bangga :D )

"Hhahhaa, akhirnya gue bener yey wkakakak" kata Cecil tertawa.

Pricill masih diam seperti lagi berfikir,

"Ya udh deh gue coba" lalu si Pricill akhirnya mulai nge sms Daniel.

*Daniel and Pricil*

"Iya deh gue ngaku, gue anak SMP don bosco"
Kata Pricill yang saat itu benar2 terpaksa.

" Oke, siapa nama lo?"

"Gue kira lo bisa ngelacak nama gue." Kata Pricill yg akhirnya gabisa menahan kesebelannya

"Ya engga, kan gue cuman dapat alamat lo dan sekolahlo, selebihnya gue gak bisa tau " kata Daniel

Pricill diam. Pricill milih untuk ngaku itu aja, dan gak melanjutkannya. Karna kalo dia jujur, dia takut Daniel bakal ember dan seisi sekolah tau dengan ini. Apalagi sebenarnya walaupun Daniel itu bisa dikatakan sebagai 'maid' tapi dia banyak fans ceweknya.

Pricill pun akhirnya pulang dan kami bubar. Tapi tiba2 sesampainya Pricill di rumah, Daniel kembali mengirim pesan.

"Ko lo diem sih? Eh nih kalo lo mau jujur ke gue siapa elo sebenarnya, gue bakal ngasih lo nomernya Ervan" kata Daniel lagi

Pricill berfikir sejenak, demi teman oke lah dia bakal jujur.

"Okee, nama gue Pricilla."

"Pricilla? Lo bohong lagi?" Kata Daniel curiga. 'Pricilla? Gue gak pernah mendengar nama itu' kata Daniel dalam hati.

"Astaga!! Gue udah jujur masih lo bilang boong. Kalo lo gak percaya ya sudah bukan urusan gue" kata Pricill naik darah

"Ohh, jadi nama lo bener2 Pricilla?"

"Mana nomer Ervan, katanya lo mau ngasih?"

"Elo naksir Ervan?"

"Enggaa."

"Jujur aja."

"Gue bilang engga ya engga. Gini ya, gue minta nomer Ervan tu bukan buat gue, tapi buat temen gue".

"Ohh."

"Mana?"

"Apa?"

"Astaga!! Katanya mau ngasih"

"Humm, gue mau ngeliat elo. Kalo udh, baru gue kasih nomernya." Kata Daniel

"Astagaa. Banyak banget syaratnya. Si Ervan tu siapa sih? Raja? Putra mahkota? Bukan kan..!!"

"Ya udah kalo lo gak mau. "

Pricill yg tadinya gamau akhirnya mau. Setidaknya dia bisa tau yang namanya Daniel. Sekalian kalo lain kali ketemu dia kerjain.

"Okee gue mau. Dimana ketemunya?"

Daniel mengirimkan alamat rumah makan di dekat sekolah. Mereka sepakat ketemuan besok saat sekolah libur.

*Tomorrow*

"Gila nih cowo, udh songong, ngaret lagi .. Huh" kata Pricill kesal.

Akhirnya Pricill memutuskan untuk akhirnya menelpon Daniel. Dengan tangan yang bergetar Pricill menelpon.

*Daniel & Pricill via Call*

"Eh, ni gue Pricill, gue udah di sini nih. Lo dimana?"

"Ahh anu ituh emm, gue lagi di jalan nih tunggu aja .." Kata Daniel agak gagap.

"Eh lo sendirian kan? Gak bawa temen2 lo kan?"

"Iyaa, ngapain gue bawa temen2 gue, kan gue yang mau ngeliat muka lo?" Kata Daniel

'Klik' dan ditutup Pricill. Finally dia mendengar suara Daniel. Suara yang membuat pricill semakin bergetar.

BLIND 'why i love you?' part 3

"Duh, lama deh nih si Pricill .. Kmana sih dia??" Kata Cecil (membenarkan jamnya)

"Tau tuh, perasaan daritd gue smsin jawabannya 'bentar' mulu" kata Tiffany (mengutak atik handphone)

*15 minute*

"Huhh, sorry gue telat.." Kata Pricill sambil memegang handphone seseorang.

"Hape siapa tuh Pris??"Kata Tiffany

"Inih, hape Sherly .. " Kata Pricill sambil seperti menyalin sesuatu yg ada di hape Sherly. Lalu kemudian berlari keluar kantin ..

*5 minute*

Pricill datang dengan muka pucat, tangan bergetar, dan ngos ngosan

"Lo knapa Pris, sibuk banget lo.." Kata Cecil penasaran

"Bentar Cill, Pricill nafas dulu, lo kalo udh bisa ngomong bilang" kata Tiffany

"Huh~~" kata Pricill (membenarkan tempat duduknya)

"Jadi gini, td malem gue buka twitter lewat twitte kaka gue. Trus gue follow si Daniel itu. Gak lama langsung di follback. Trus gue ajak kenalan di DM. Ya basabasi .. Trus gue nanya, dia kenal gk sm Ervan. Ya dia bilang kenal. Gue nanya2 ttg Ervan, rupanya Ervan itu punya kakak cowo. To the point aja deh, gue tu minta nomernya Ervan dgn alasan mau kenalan sama kakaknya Ervan, sial bgt tu DM pake pending segala. Ya gak kekirim deh." Kata Pricil panjang lebar

"Yah, gagal dong ya rencana kita" kata Cecil

"Belomm selesaii .. Trus td gue pinjem hape Sherly, td malem gue sempet nanya dia kelas berapa dan dimana lalu dia bilang dia tuh anak akselerasi. Gue inget gue punya temen di kelas akselerasi itu, ya itu Sherly. Gue coba2 aja minjem hape Sherly, gue pikir di sana ada nomer Daniel dan ternyata emang ada .." Kata Pricil

"Astaga .. Jdi lo mau nge smsin Daniel nih ceritanya!!" Kata Cecil histeris

"Hussshh, jgn sampai ada yang tau nih gue nge smsin Daniel" kata Pricill

"Rencana lo selanjutnya apaan Pris?" Kata Tiffany

"Nanti gue ngaku2 anak mana kek gitu nanya2 masalah lomba. Kan katanya nanti ada perlombaan tuh di skolah kita dan denger2 tuh si Ervan panitia, nah gue ntar nanya2 soal itu. Pokoknya gampang deh"  kata Pricill santai

Aku dan Tiffany hanya bisa diam.

-________________________-

*Daniel & Pricillia via SMS*

"Eh, kamu yang namanya Daniel bukan?"

"Iya aku daniel, kamu siapa?"

"Namaku Leena , kamu anak SMP Don Bosco kan?"

"Iya aku anak Don Bosco, ko kamu tau? Leena? Sekolah dimana?" Daniel sdh mulai curiga

"Aku gak sekolah, aku home schooling, denger2 di sekolah kamu ada perlombaan ya?"

"Home schooling? Ko kamu bisa dapet nomerku? Iya emang ada, lomba melukis. Ada apa?" (Menaikkan alisnya)

"Aku kemaren ke sekolahan kamu, aku pengen daftar lomba itu, trus aku dikasih nomer kamu" kata Pricil, 'gaada cara lain selain ngarang cerita'

"Siapa yg ngasih? Aku bukan panitia nya. Kamu salah sambung" kata Daniel 'ni orang salah sambung bgt' pikir Daniel. (Merasa org ini slah sambung, diapun langsung saja meng off kan hapenya dan tidur)

Pricill yg saat itu sekilas merasa jawaban dari Daniel itu sebuah pertanda si Daniel ga ikhlas gitu, si pricill malah marah. Tapi agar aman, lebih baik dia melanjutkannya besok, pikirnya ..

*tomorrow*

"Eh, aku dapat info. Katanya panitianya namanya Ervan ya? Boleh minta nomernya gak?" Kata Pricill. sebenarnya itu emang kenyataan bahwa si Ervan emang panitia.

"Emang sih Ervan panitianya, tapi dia cuman mengkoordinat aja, masalah pendaftaran itu bkan urusan Ervan" Daniel agak sedikit cuek

Lalu pricill berfikir sejenak 'gilla, ni org ko kayaknya melindungi nomer Ervan banget' kata Pricill dalam hati.

"Ya paling engga kan aku bisa nanya2 sama Ervan masalah persyaratan lomba ini" kata Pricill

"Ya kalo mau nanya sama panitia penerima pendaftar aja langsung" kata Daniel.

Pricil yg sebel akhirnya berusaha diam dan gk membalas.

Daniel yang mulai curiga akhirnya menghubungi Ervan.

*Daniel and Ervan*

"Eh van,"

(Bingung, dan lalu tersenyum girang)
"Opo? Tumben bener lo ngesms gue, gaada cwe yg mau ngebales smslo?" Kata Ervan ngeledek

"Sumpeh lo ya, gue serius nehhh" kata Daniel kesel

"Wahh, ngambek deh. Iya apaan? Mau ngomong apa lo? Serius bener"

"Ada yang mau minta nomer lo tuh, alesannya macem2." Kata Daniel

"Hah? Nomer gue? Gue udh pernah bilang ke elo kn, gaush diladenin kalo ada yg mau minta nomer gue, itu pasti beberapa suruhan musuh" kata Ervan

* (flashback) Ervan dan teman2nya yg tergabung dalam tim futsal pernah diserang habis2an sama geng sekolah yg tidak terlalu jauh dari sekolah mereka. Mereka punya masalah serius dgn Ervan sehingga Ervan dilindungi*

"Nah, iya awalnya gue pikir gitu, dia cewek van. Katanya dia mau ikut lomba, makanya mau minta nomerlo ..buat nanya2 masalah perlombaan gitu gitu"

"Hah? cewe? Hmm .. Gini deh, sini mana nomernya, biar gue lacak aja nih org" kata Ervan mulai serius

"Nih 08**********. Bisa emang lo ngelacak org pake nomer? Pake apa?" Kata Daniel

"Sejak kita punya masalah sm anak sekolah sebelah, gue jdi dikasih pembelajaran buat ngelacak gitu, udh tenang deh lo "

Ervan lalu menghubungi salahseorang temannya yang selama ini ahli melacak. Namanya Wiki.

*Wiki and Ervan*

"Wik, gue ada tugas buat lo"

"Apaan? Tumben malem gini ngasih tugas"

"Penting wik, nih lacak nomer ini 08**********. Caritau daerah dia tinggal dan sekolahnya. Sekalian kalo ada sama namanya" kata Ervan serius.

*30 minutes*

"Van, gue nemu nih .. Dia anak smp don bosco juga van? Lo ngapain ngecak org yg satu sekolah sama kita?" Kata wiki agak bingung.

"Hah? Serius lo dia anak don bosco? Gue gatau dia anak donbosco" kata Ervan kaget bangett.

"Iya serius.. Tapi gue gak nemu namanya .. Cuman tempat tinggal sama wilayah yg setiap hari didatenginnya, ya itu don bosco .. Berarti dia anak don bosco.. Gue lacak juga emang iya dia anak don bosco, tapi gak tercantum namanya". Kata Wiki menjelaskan sambil mengutak atik komputernya.

"Okee deh, thanks Wik" kata Ervan (Dia lalu bangkit menelpon Daniel.)

*Ervan and Daniel*

"Haloo?! Ngapain lo nelpon, jam segini setan juga pada tidur kalii" kata Daniel

"Ah berisik lo! Nih cwe yg nge sms lo itu anak don bosco!!" Kata Ervan marah2

"Ah, lo ngaco .. Mana mungkin!" Kata Daniel gapercaya. (Dia kemudian mengutak atik Twitternya dan menstalker twitter orang yang nge DM dia waktu itu, yaitu kakanya Pricil)

"Sumpah serius .. Gue td minta tolong Wiki .." Kata Ervan

"Hmm, namanya siapa? Anak don bosco kelas berapa?"

"Nah itu, wiki gak bisa ngelacak itunya, lo cari tau deh, ntar gue bantu elo" kata Ervan

"Okee, gue selidik" kata Daniel. Daniel curiga dengan org yg kemarin yang tiba2 memfollownya dan men DM'i nya .. Dia pun curiga pelakunya sama. Akhirnya dia memutuskan untuk tidur. 'Besok gue harus tuntas tau siapa dia' kata Daniel dalam hati lalu tidur.

BLIND 'why i love you?' part 2

*bel berbunyi*

Keluar kelas, Tiffany melihat ke kiri dan ke kanan .. Seperti sedang mencari seseorang.

"Fany? Lo lagi nyari siapa?" Kata Pricil

Fany duduk di bangku tempat mereka biasa duduk,
"Humm, gak nyari siapa2 ko"

"Jangan bilang lo nyari Glenn" kata Cecil asal

"Husssshhh" kata Pricil memukul Cecil

"Gapapa ko, biasa aja. Ngapain aku nyari Glenn? Aku lagi nyarii....."

"Lo nyari??????" Kata Cecil lagi

"Gue nyari ..... Ervan" kata Fany tersenyum

"Hah???!!!!! Si cowo bisu itu??" Kata Prisil setengah kaget, eh kaget banget malah.

"Bisu? Dia bisu?" Kata Fany bingung

"Pricil, ngaco deh .. Engga Fan, hanya saja, dia agak lebih ......... Pendiam??" Kata Cecil

"Ya sama aja bisu itu mah -_-  tu org aneh, ngapain lo nyariin tu cwo?" Kata pricil

"Ya engga aja sih, cmn ya, dia kan sering duduk di situ sambil mainin gitar, tp ko skarang gaada .." Kata Fany sambil nunjuk bangku yg skarang kosong

"Oh iya Fan, kmaren tuh si Ervan ada nolongin elo loh" kata Cecil dgn muka penuh ekspresi kagum

"Hah? Ervan nolongin gueee???!!!" Kata Fany kaget .... Banget.

"Eh iya Fan, dia nolong lo kmaren pas lo pingsan" kata Pricil

"Iyaa tuh, aku yg ngeliat aja kagum :D" kata Cecil sambil sesekali seperti membayangkan kejadian sebelumnya

"Kok bisaa??!!" Kata Tiffany masih setengah histeris.

Pricil pun menceritakan semua kejadian dari si Ervan nolongin dia sampai Pricil kelahi sama Glenn .. Cecil ngangguk2 ..

"Whaattttt??!! Elo kelahi sama Glenn??" Kata Tiffany histeris.

"Yaa, tp lo gak ush mikirin itu lagi deh" kata Pricil

"Humm, Glenn buang aja kelaut :D" kata Cecil santai

"Enak aja buang kelaut, kejurang aja :D" balas Pricil

"Hahahaha .. Iyaa iyaa .. Yg jelas Glenn udh gue buang :D" kata Tiffany tersenyum

"Eh bentar2, lo ngapain nyari Ervan?"Kata Pricil sedikit heran

"Jangan bilang elooo ................." Cecil sumringah

"Humm, engga engga .. Gue gk suka.  Cuman .." Kata Fany dgn muka merah

"Hayoo apa?? ;;)" kata Pricil sambil mencolek bahu Tiffany .. Tiffany hanya tersenyum menunduk ..

Baru ingin melanjutkan bicaranya, Tiffany tercengang dgn sekumpulan cowok2  yang lewat depan kami .. Pricill merubah muka agak heran dan Cecil tercengang.

"Eh, ituu bukannya si Ervan ya?" Kata Cecil menarik tangan Tiffany

"Hah? Ervan? Mana Cill?" Tanya Tiffany

"Ituu Fan, yg ditengah itu, disamping cowo yg tinggi itu" kata Cecil

"Buset dah, tu cowo asli ky sekumpulan kambing yg baru dilepas dari kandang" kata Pricil dgn muka lebay

"Isshhhh" kata Cecil ngasih kode diam.

"Wait, tp ko tu si Ervan si cowo bisu nan pendiem itu ko bisa tiba2 gabung sama tu gerombolan cowo?" Kata Pricil

"Hmm, kyk Prince aja tu Ervan pake di kerubutin cowo gede2 gitu" kata Tiffany

"Ihh, curiga deh gue, jangan2 tu si Ervan sengaja bawa bodyguard buat ngelindungin dia . WOW!!" Kata Cecil

"(✖╭╮✖)Cecill, itu juga murid smp sini .. Ya gamungkin lah itu bodyguardnya Ervan" kata Tiffany mukul Cecil yg lagi mangap kagum.

"Emang Ervan bawa apaan jadi dikerubutin gitu? Bawa emas tu anak??" Kata Pricil

Kemudian Zilla dan Reva yang kebetulan lewat sana bingung melihat tingkah Tiffany, Pricil, dan Cecil yang terlihat kagum melihat gerombolan cowo2 itu.

"Kalian ini ngeliat apaan coba bengong begitu" kata Zilla terlihat bingung

Seketika Tiffany, Pricil, dan Cecil tersadar kaget.

"Eh Zilla, engga ko kami cumann .." Bicara Fany terpotong

"Bentar2, kalian lagi ngeliat ank futsal yg bergerombol itu?" Kata Reva

"Anak futsal?" Tanya Pricill

"Iyaa, ank futsal.  Mereka kan yang biasanya ngewakilin sekolah kita kalo lagi pertandingan" jelas Zilla

"Mereka terkenal loh, kalian kemana aja 3 thn ini?? x_x " kata Reva

"Biasa, kami mah kalo gak keperpus ke kantin" kata Cecil

"Ngomong2 di sana ada yang kalian taksirr??" Kata Zilla menyelidik

"Whaattt??!!" Fany, Pricil, dan Cecil histeris

"Engga ko engga, ngaco deh .. Tau mereka ada juga baru ini" kata Pricil alasan

"Hmm, kali aja diantara kalian ada yang naksir seseorang di sana" kata Reva.

Lalu Reva mengalihkan pandangan ke arah gerombolan tersebut dan spontan mukanya memerah. Melihat kejadian itu, Fany, Pricil, dan Cecil sedikit bingung.

"Loh, ko muka lo merah gitu?" Tanya Cecil

"Rev, lo naksir sama salah seorang yang ada disana?" Tanya Tiffany

Reva mengangguk,

"Ishh, siapa Rev?" Tanya Pricil

"Hmm, ituu .. Gue naksir sama cowo yg pake jaket abu2 itu, namanya Daniel" kata Reva dgn muka yang merona

"Daniel? Siapa tuh?" Kata Pricil

"Humm, elo gk tau Daniel? Dia kan lumayan terkenal di sini .." Kata Reva agak bingung ..

"Engga, gue gak tau .. Cecil, lo knal Daniel?"

"Humm, pernah tau sih. dia yg biasanya ngebeliin minum buat ank futsal itu kan" kataku

"Hah? Ngebeliin minum? Jongos maksudlo?" Kata Pricill ngeledek

"Upss, maaf Rev, ga maksud apa2 ko" kata Cecil

"Eh iya sorry Rev .." Kata Pricill

"Iyya2 gpp .. " Kata Reva tersenyum.

"Eh eh, Tiffanyy... Ervan ngeliatin lo tuh.." Kata Cecil ceplas ceplos (Mereka semua terdiam, Tiffany memukul jidatnya dan Pricil menginjak kaki Cecil)

"Ishhh," kata Tiffany & Pricil

"Ehh .." Kata Cecil merasa melakukan kesalahan. x_x

"Eitss, Fan,,, eloo" kata Zilla menatap muka Tiffany

"Fan, elo naksir Ervan?" Kata Reva sambil memegang pundak Tiffany. Akhirnya Tiffany pun jujur.

"Gue gk naksir sih, cuman kagum .. Umm, samaa ...... Ervan" kata Tiffany sedikit tersipu

"Whattt?? Ervan ank ketua yayasan itu?" Kata Reva kaget

"Iya Rev, emang ada apa sama Ervan?" Kata Fany agak bingung ..

"Ervan tuh sahabatan akrab bgt sama Daniel .."

"Huh? Serius lo?hubungannya sama Daniel apaan?? " Kata fany agak ragu

"Iyaa, gue ngedukung bgt elo sama Ervan .. Gini deh, ntar elo gue bantu deh .. Ntar sambil gue ubek2 info dari Daniel .." Kata Reva 

"Okee, makasih ya Rev" kata Fany

Cecil, Pricill dan Zilla hanya bisa diam melihat mereka .. 

-______________________-

Beberapa minggu kemudian si Reva ngajak Tiffany ketemuan di sebuah cafe,

"So, ada apa Rev?" (Tiffany sambil memegang gelas berisi coklat panas)

"Gini, gue akhir2 ini kan sering ngubek2 twitternya Daniel, nih gue dpt twitternya Ervan. Mau ga lo?" (Reva sambil mengutakatik hapenya dgn cepat)

"Humm, twitter? Ah gue gak pede Rev, masa iya ntar gue yg follow duluan?"

"Ya kalo lo ragu ya gausah di follow .. Dipantengin aja .."

"Ya ngapain dipantengin doang coba?? Ampek lebaran monyet juga gini2 aja aku sm Ervan -_-"

"Ya makanya, lo ga ush follow dia, sering aja lo mention soal apa kek gitu .. Yah semacam pedekate gitu" kata Reva

"Humm, cara lain ada ga?" Tiffany agak ragu

"Smsin, teror, bilang kalo lo dari kepolisian, trus bilng dia ditangkep, suruh dia ke kantor polisi, trus lo datengin ke kantor polisi dan bilang ke dia elo ngepens sama dia" kata Reva ngaco

"Ahh, serius ah Rev --"

"Lah elonya gitu sih .."

"Eh tp bagus juga tuh ide lo .. "Tiffany tersenyum lebar (sambil membereskan hapenya dan menaruh uang dimeja)

"Hah? Lo mau ngajak Ervan ketemuan dikantor polisi???" Kata Reva kumat

"Ya bukan gitu, ya udh deh .. Sini mana twitternya Ervan??"

Reva mengambil pulpen dan menuliskan twitternya Ervan di tissu ..

"Thankss yaa Rev ..." Sembari pergi berlari

"Eh eh, mau kemana lo??"

"Puuulllaaaangggg" kata Tiffany (membuka pintu dan bergegas pergi)

Reva pun terpaku sendiri melihat Tiffany berlari ..

-_________________________-

Tiffany mengambil kunci mobil dan pergi dgn kecepatan maximal.

(Memencet nomer hape dan menelpon seseorang)
"Pricil, lo sibuk gk hari ini??" kata Tiffany

"Engga sih, ada apa?" Kata Pricil merem melek

"Kita ketemuan sekarang ya dikafe biasa, gue udh jalan nih" kata Tiffany

"Loh loh loh, udh main jalan aja lo, eh tungguin guee, gue mau mandi dulu" (Pricil panik sambil melihat jam yang sdh menunjukkan pukul 11 siang)

"Ga ush mandi deh lo, teleponin Cecil deh ya" kata Tiffany (Tiffany pun menutup telponnya)

*Cafe*

"Ada apa Fan?? Tumben ngajak ketemuan hari minggu gini " Kata Pricill sambil ngucek mata ..

(Menyuap makanan)
"Hooh nih tumben" kata Cecil dgn mulut penuh makanan

"Waitt..." (Sambil memanggil pelayan dan memesan minuman)

"Okee, jadi gini".
Tiffany pun menceritakan percakapannya dgn Reva kepada Pricil dan Cecil

"Hah?! Lo mau ngajak Ervan ke kantor polisi?" kata Cecil dgn muka serius ..

"Aduhh, pliss deh Cecilll .. Ga ush kumat gitu dong" kata Pricil, Tiffany nepuk jidat ..

(Mengecilkan suaranya)
"Bukan itu Cecill, jdi gini .. Gue rencananya pengen nge sms Ervan, ngajak Ervan kenalan tp gue pake nama samaran .. Menurut kalian gimana??"

"Nama samaran? Boleh juga tuhh, setuju guehh, ntar gue bantu ko elo .." Kata Pricill

"Humm, tp cara dpt nomernya Ervan gimana??" Kata Tiffany

"Gini deh, biar gue aja yg nyari nope Ervan, lwt Daniel. Lo punya akun Twitter Daniel ga?"

"Ada nih,," kata Tiffany mengeluarkan secarik kertas.

"Oke, nanti gue mintain ke Daniel deh" kata Pricill

"Waitt, lo kan ga kenal Daniel Pris?" Kata Cecil

"Ya gampang, gue kan punya password twitter kaka gue, ntar ya gue pake aja twitter kaka gue .. Ah pokoknya gampang deh .. Tiffany, kalo gue udh dpt nomer Ervan lo tinggal jalanin aja misi lo" kata Pricill dgn strateginya

"Okee, gue tinggal nyiapin nama aja kali ya .."Kata Tiffany

"Tp ntar kalo si Ervan ngajakin lo jadian gimana? Masa nanti elo pake nama samaran teruss??" Kata Cecil

"Ya gak selama itu juga gue ngerahasiain diri gue .. Sebentar aja, cmn knalan doang .. Ya abis itu gue bakal jujur .." Kata Tiffany

"Iya tuh, gue juga ntar pake nama samaran juga, pokoknya gampang deh ntar . "kata Pricill

"Sipp (y)"

"Eh, gue ngikut nyamar juga apa engga??" Kata Cecil lemotnya kumat

"CECILLLL!!!!!!!" Teriak Tiffany dan Pricilla.

-______________________-

Sabtu, 23 Maret 2013

BLIND 'why i love you?' part 1

Jam istirahat dibunyikan, semua murid Sekolah International Don Bosco keluar dari kelas dgn tertib sambil bersenda gurau. Tiffany dan Cecil keluar dari kelasnya dan duduk di bangku depan kelas Pricil, yg kebetulan sedang ada ulangan di kelasnya.

Tiffany bersandar dan memandang sesosok laki2 yang sejak lama duduk disana memetik senar gitar.

"Fan? Kamu ngeliatin apa sih?"

Kemudian Tiffany tersadar dari lamunannya.

"Eh, engga ciil .. Engga liat apa apa ko.. "

"Ahh kamu fan, kamu ngeliatin tu cowo kan? Ada apa sama cwo itu? "

"Engga, aku cuman bingung aja, ko dia sendirian .. "

"Emang siapa sih itu?"

" -_-' itu kan Ervan, anak ketua yayasan sekolah kita"

"Ooh, jdi itu yang namanya Ervan?"

"Iyaa .. " Sambil kembali memandang Ervan.

"Kamu suka sama dia?"

Tiffany langsung kaget,

"Hah!? Engga ko engga, cakepan juga Glenn"

"Hmm, kali aja .. Eh gimana kamu sm Glenn?"

"Apanya gimana? Yah biasa2 aja"

Tiffany dan Glenn memang sudah sangat lama berpacaran, tapi begitu hambar .. Terkadang Tiffany jenuh, tapi dia masih bisa menahannya ..

Kemudian tak berapa lama setelah itu Tiffany meneteskan air mata dan terisak .. Dan akhirnya memeluk Cecil ..

"Dia ....... Aku jenuh ceciil, aku capekk .. Dia gak pernah peduli sama aku .. "

"Aduhh, udah Tiffany .. Semua org tau sifat Glenn, dan dia emang gitu .."

"Ya tapi kenapa sama pacarnya sendiri dia gk bisa memberi perhatian lebih?? "

"Dia sayang sama kamu, dia perhatian sama kamu, tapi mungkin hanya caranya aja yang sulit kamu terima"

"Aku pengen udahan aja  .."

"Udah udah .. Jgn begitu .. Udah yaa.."

Kemudian Pricilla datang,

"Astaga .. Tiffany lo kenapa???" Kata Prisill

"Glenn ....". Jawab Cecil

"Hah!!?? Lo diapain sama Glenn? Dasaar tuh cwo, mana sini gue hajar!!" Kata Prisill penuh murka.

"Udh Pris, gapapa ko .. Aku cuman perlu nangis sebentar aja .." Kata Tiffany sambil terisak.

"Haduh, emang dasar ya tu cwo cari masalah melulu .." Kata Prisil Sambil duduk disamping Tiffany.

"Aku udh gapapa lagi ko, biarin aja deh Glenn itu .."
Kata Tiffany sambil menghapus air matanya ..

-______________________-

*Tiffany and Glenn via SMS

"Sayang?"

"Iya ?"

"Kita putus yah .."

"Hah? Kenapa? Sayang kamu kenapa? Ko tiba2 minta putus?"

"Aku udh ga tahan lagi, untuk sekarang ini aku perlu tenang dan aku ga bisa deket kamu dulu"

"Tapi kenapa? Kamu marah sama aku?"

"Engga"

"Terus kenapa?"

"Gak ada apa2 .. tolong Glenn, kasih aku izin .. Aku lagi gak bisa sama kamu"

"Okee kalau itu mau kamu, tapi tolong jelaskan apa sebabnya"

"Mungkin lain kali aja ya, "

Tiffany langsung meng off kan hapenya dan tidur dengan berlinang air mata ..

Paginya Cecil dan Pricil duduk di bangku biasanya mereka berkumpul .. Lagi lagi ada Ervan duduk di sana sendirian ..
Dan Tiffany datang dengan muka pucat ..

" Astaga .. Kamu kenapa fan?" Kata Cecil

"Astaga mukamu pucat, kamu sakit?" Sambung Pricill

Tanpa sempat menjawab Tiffany pingsan .. Cecil dan Pricilla pun teriak .. Karna waktu itu masih pagi  gak banyak yang datang, dan hanya Ervan yg ada di sana ..  Ervan pun datang dan menggendong Tiffany .. Ervan pun lari ke UKS diikuti Cecil dan Pricil  ..
Saat Tiffany sedang di periksa, si Ervan keluar tanpa berbicara apapun ..
Cecilpun keluar ..

"Eh .. Makasih ya .." Kata Cecil

Ervanpun hanya mengangguk dan berjalan pergi ..

Setelah Ervan pergi, Tiffany di suruh untuk pulang, dia sakit .. Setelah di jemput ayahnya, Cecil dan Prisil pun pergi ke kelas

-_______________________-

Saat jam istirahat, Cecil dan Pricil berjalan menuju kantin ..

"Eh, td tuh yg nolongin Tiffany siapa?

"Itu namanya Ervan, anak ketua yayasan sekolah kita .."

"Oohh, itu yang namanya Ervan .. "

"Ho'oh, gila tu cwo .. Bisu kali ya .. Gaada ngomong dia pas td ngantarin Tiffany .."

" Iyaa yah, aneh "

Cecil hanya mengangguk kecil ..

"Kira2 Tiffany kenapa ya? Ko gitu? Perasaan kemarin baik2 aja .. "

"Iya tuh gue juga bingung .. "

Saat ada didepan pintu kantin, tiba2 Pricil dan Cecil dikejutkan dengan adanya Glenn bersama cewe centil yang bernama Jeanet sedang duduk bermesraan didalam kantin yg sebenarnya sedang ramai itu .. 

Pricil dan Cecil yang melihat kejadian itupun langsung menghampiri Glenn. Si Pricil memukul meja. Seluruh org yang berada di kantin seketika terdiam.

"Eh Glenn, apa maksud lo ky gini, Tiffany sakit dan lo berdua2 an sama ni cwe ... Lo gak mikir keadaan Tiffany apa!!!" kata Pricil penuh emosi

" Kami sudah putus, aku udh gk ada hubungan lagi sama Tiffany, dia bukan urusanku lagi" jawab Glenn santai

"Ohh, jadi elo yg bikin dia nangis sepanjang malam terus pucat dan sakit? " Pricil yg gak bisa nahan emosi pun akhirnya menampar Glenn .. Glenn hanya bisa nunduk dan diam ..

Sammy berada didepan kantin dan ingin masuk, tapi Kevin mencegah

"Biarin dulu Sam, kita gak semestinya ikut campur" kata Kevin. Sammy pun melangkah mundur ..

Jeanet mendorong bahu Pricil

"Eh, apa lu tampar2 pacar gue?" Kata jeanet

"Heh cewe centil!! Ga ush ikut campur deh lo, bukan urusanlo" kata Cecil sambil saling pukul dgn jeanet.

"Ohh, jdi lo baru td malam putus sama Tiffany langsung jadian sama dia? Dasar playboy bisu gatau diri!!"
Kata Pricil ..

Karna geram, si Glenn pun mulai bertindak dan ingin menampar Prisil. Sammy pun bertindak.

"Mending lo sekarang pergi, jgn ganggu mereka lagi kalo lo gamau dibilang banci ....!!!!". Kata Sammy santai sambil memegang tangan Glenn yang hendak menampar Pricill

Glenn pun pergi dgn murka sambil menarik tangan jeanet. Jeanet menjulurkan lidahnya kepada Cecil.

"Iihhh!!! Dasaarr cewek gatau diri!!"  kata Cecil murka

"Sabar cecil .. " kata Kevin menenangkan Cecil yg masih ingin menghajar jeanet centil.

"Kamu gapapa??" Tanya Sammy kpd Pricil

"Iya Sam, gpp .. "

"Lain kali kamu jauh2 aja dari Glenn .."

Pricil mengangguk .. Sam pun pergi ..

"Wihh, keren gaya lo sob td pas nolongin Pricil " kata Kevin memukul pundak Sammy

"Hhaha, biasa aja. Lo ga usah terpesona gitu liatnya .. Nyantai nyantai" kata Sammy

"Huuu dasar loo" kata Kevin, merekapun lalu pergi meninggalkan kantin

"Pris, kyknya kita perlu ngejenguk Tiffany deh .." Kata Cecil

"Ya udh nanti kita abis pulang skolah ke rmh Tiffany .. Tp gue heran, ko si Glenn yg kaku gitu bisa ngegandeng perek yg centil itu?"
"Udah lh pris, ga ush mikirin Glenn lagi .."
"Eh, ngomong2 elo CLBK sm Sam?" Kata Cecil sambil menyenggol bahu Pricil

"CLBK apaan, jadian aja gk pernah .. Apa deh --"
Kata Pricil sedikit memerah .

"Ahaha, kali aja . Baik bgt tuh si Sam, jgn2 ada rasa lgi dia ama lo"

"Ah, mana mungkin, gue sm Sam itu temenan dari kecil. Ya dia baik sm gue karna gue temennya" jelas Pricil

"Ohh, temen sedari kecil nih ceritanya ~hahaa"

"Apa deh lo, ngeledek mulu deh "

"Hahhaha .. "

*Tiffany house*

"Fan, gimana keadaan lo?" Kata Pricil

"Gpp Pris, gue cmn kecapean aja" kata Tiffany berusaha untuk tersenyum

"Lo kenapa sih Fan, kita tuh khawatir bgt sama lo" kata Cecil sambil duduk diatas kasur Tiffany

"Gpp cecil, aku mungkin lgi bnyk pikiran aja"

"Ya gamungkin lo gpp kalo elonya td pingsan gitu .." Kata Pricil

"Iya Fan, kalo lo ada masalah, share ke gue sm Pricil .. Kita pasti dengerin elo ko"kata Cecil

"Gue putus sama Glenn~~"

Hening.

Kemudian ada air yg menetes di pipi Tiffany, mereka bertigapun akhirnya berpelukan ..

"Mungkin ini yg terbaik buat lo Fan,," kata Pricill

-_____________-

Selasa, 05 Maret 2013

introducing you about "BLIND 'why I love you?' " ~~

okee, pertama tama sebelum go ke part 1, aku mau menceritakan sedikit tentang BLIND ini :D
jadi ini tuh cerita yang alurnya berdasarkan ceritaku sewaktu SMP bareng Best Friend ku, Fajar Rizkiana Dewi sama Dinisa Pebiana Sari :D
masalah alur sih persis, tapi kalo ceritanya beda.. agak sedikit ku rehab :D tapi yakin deh terhibur insyaAllah.. aku agak sedikit menemui kesuitan bikin kelanjutan BLIND ini yang sudah nyaris 14 part aku bikin.. sialnya, sekarang aku sama temen2ku udah SMA dan kami beda sekolah >,<  makanya aku bingung gimana cara ngelanjutinnya .. yah aku pikir lagi, daripada 14 part ini gak ke publish sampai gue kawin, mending di post sekarang aja deh yah :D
okee everybody,, ini diaaaa... proudly present BLIND ......... happy reading guysss.....

Firstly, before launching :D

hay everybody......
hay blogg.
so, aku pengen nge posting something :D sebenarnya sih udah lama bgt dibikinnya ..
ini nih cerita yang terjadi berdasarkan kenyataan .. cerita yang kurang lebih sama ky "Love and Big Trouble" juga sih.. cmn ini versi yang lebih engeh *eh liat aja deh, eh baca aja deh .. tapi baru separo dari cerita yang seharusnya dimuat.. tapi yaoke deh liat aja ntar yooo .....