Minggu, 07 Agustus 2016

BLIND why i love you?' part 10

*kantin sekolah*
"Huff yeaahhh, akhirnya kita bisa kumpul2 lagii yeyys" kata Cecil girang
(Melempar gulungan karton ke meja)
"Hhahaha, iya akhirnya tugas kita pada selesai" kata Tiffany
"Ahh kalian, gue nih nganggur, udh nganggur, gaada temen lagi gue-_-" kata Pricil
"Hhahhaa, ya elu sih, kemaren di ajak Sita mendekor aula gamau ikut lo" kata Cecil menjitak  Pricil
"Iya nih, hhahaha, bukannya kemaren lo diajak Cristin bikin album?" Kata Fany
"Ah album apaan, ngaco ngaco banget tuh si Cristin" kata Pricil
"Weyweyweyyy!!" Kata Kevin datang diikuti Sammy, Alvin, dan Aldo
"Woyy, kita2 gabung boleh kan yaa" kata Alvin sambil duduk disamping Pricil
"Gabung aja," kata Tiffany tersenyum
Aldo dan Kevin mengambil tempat samping Fany, Sam mengambil tempat kosong dekat dinding, bersampingan dgn Cecil
(memandangi muka Cecil.)
"Hay," kata Sam
Cecil membalas dengan senyum  .. Mereka berpandangan cukup lama ..  Alvin, Kevin, Aldo, Pricil dan Fany berpandang2an .. Tadinya si Kevin ingin menggoda, tapi dicegah Fany dan Pricil.
"Ehem, cape tuh kyknya bediri2 gitu," kata Kevin akhirnya menggoda
Cecil dan Sam tersadar dan akhirnya duduk bersampingan.
"Emm, udh kenalan belum?" Kata Pricil menggoda
"Ahh ngaco nih Pricil, kita satu sekolah udh 3 taun masa gak kenal" kata Sam
"Iya nih Pricil mulaii-_-" kata Cecil agak cemberut, kemudian Fany mencubit pipi Cecil sambil tertawa.
Saat mereka asyik2nya tertawa lepas mendengar cerita lucu dari Kevin, tiba2 ada suara gerumunan lelaki, Pricil langsung terdiam.
Yupp, itu mereka, para anak futsal. Saat memasuki pintu kantin, mereka terdiam
Pricil, Fany, Cecil, terdiam Sam, Aldo, Alvin, Kevin bingung
"Ko diem sih," kata Kevin,
(Mencubit paha Kevin)
"Ihh Vinn!!" Kata Pricil
"Apaan deh kamu Pris, gitu banget," kata Kevin darah ceweknya keluar disaat yg gak tepat.
"Ishh, dasar CCTN diem lu ah" kata Alvin
Pricil cs terdiam memandang Alvin.
"CCTN apaan vin?" Kata Cecil
"Cowok Cakep Tapi Ngondek" kata Alvin polos
Seketika merekapun tertawa terbahak2,
"Isshhh, sesama ngondek gausah saling benci deh" kata Aldo
"Ihh, adodo jahat deh, gabela kevinn" kata kevin
"Ihh, siapa bilang ane ngondek, ane kan laki beneran" kata Alvin merengut sambil menaruh tangan di dagu
"Maap ya kepin, adodo kelupaan, abisnya si Alvin cuco " kata Aldo
"Huss huss, nih yang rempong2 mending balik ke markas deh lo drpd disini malu2in" kata Sam tertawa.
"Ihh dasar emang kalian nih CCTN" kata Cecil tertawa.
Anak futsal yang ada di sana berusaha se cool mungkin .. Padahal mereka juga ingin tertawa, tapi Daniel memberi code diam.
Mata Daniel saat itu menatap Pricil dan Pricil yg saat itu sedang minum, dan lalu melihat ke arah Daniel langsung tersedak.
"Eh eh nah kan kesedak" kata Alvin memberikan tissu ke Pricil. 
"Makasih Vin," kata Pricil menerima tissu dari Alvin.
"Emm cieeehh, awas tuh Vin si Aldo ntar cembokur," kata Cecil.
Mereka kembali tertawa.
Daniel saat melihat seperti itu berbalik arah keluar kantin lalu diikuti Radika, Ervan dan beberapa lainnya.
"Kenapa tuh para anak futsal gajadi masuk?" kata Kevin
"Tau tuh, anak futsal yang aneh" kata Aldo
"Hhaha, dia tuh males satu ruangan sama para rempong2 cakep kayak kalian" kata Fany
Mereka kemudian tertawa2 dan kembali melanjutkan makannya sambil diselingi beberapa 'joke' dari Kevin dan Sammy.
"Fanyyy!!" Teriak Glenn dari kejauhan
"Huh Glenn?" Tanya Fany saat berbalik ke arah suara, kemudian berbalik lagi dan berjalan menghindari Glenn, tapi belum sempat berlari tangannya sdh di genggam erat Glenn
(Menggenggam erat kedua tangan Fany)
"Fany tolong fan, aku perlu penjelasan kamu, aku perlu ngomong sama kamu fann" kata Glenn yang kali ini terlihat benar2 serius
(Menunduk, menghindari tatapan Glenn)
"Apa lagi? Kamu perlu penjelasan apa lagi?"Kata Fany
"Tolong liat aku fan, tolong kasih aku penjelasan, aku .... aku perlu kamu cerita kenapa kamu mutusin aku begitu aja"
Fany terdiam, dimatanya ada linangan air.
"Fany pliss fan pliss .. Kamu diam begini membuatku semakin merasa bersalah, " kata Glenn
(Memandang muka Glenn)
"Kamu tuh,, apa kamu gak nyadar selama kita pacaran kamu selalu selalu dan selalu menelantarkan aku. Aku cewek Glenn, aku perlu perhatian dari kamu, selama ini yang kamu pikirkan basket basket basket aja ..... Kamuu... Kamu gak pernah peduli sama aku .. Seakan2 aku gak berarti dihidupmu, sesibuk2nya aku sama mading, aku masih meluangkan waktu buat kamu, tapi waktu itu kamu buangg.. Kamu tuh tega Glenn kamu tegaa......" Kata fany menatap muka Glenn sambil berlinang air mata .. , fany melampiaskan semua itu ke Glenn menatapnya.
Glenn yang mendengar itu langsung mengambil badan Fany dan memeluknya dengan erat.
"Fany, maafkan akuu .. Aku tau aku salah.. Salah banget sama kamu, aku benar2 menyesali semua itu, aku menyesal fan aku menyesal..." Kata Glenn masih mendekap erat Fany yang terisak di pelukan Glenn.
"Andaikan kesempatan kedua itu ada buatku, aku akan bersungguh2 .. Aku gak menyiakan kamu lagi fany aku janji aku berjanji" kata Glenn
"Gleennnn........" Kata Fany masih dalam dekapan Glenn. Dan akhirnya Fany membalas dekapan Glenn.
"Aku benar2 menyayangimu Fan .. Dan akan selalu begitu ..."
Ervan yang daritadi melihat kejadian itu terdiam seketika. Ditangannya ada kalung berliontin hati yang berjuntaian kemudian  digenggam erat oleh Ervan. Kemudian dia tertunduk.
Sekolah saat itu benar2 sangat sepi .. Hanya ada isak tangis Fany, isak Glenn yang menyesali semua, dan hela nafas Ervan.
*Ervan House*
Ervan memandang kalung berliontin hati yang sedang digenggemnya.
"Humm, cewek itu" kata Ervan tanpa sadar melamunkan sosok Tiffany
"Wey lo ngelamun aja" kata Radika
"Eitss, kalung siapa tuh lo pegang?" Kata Radika lagi
"Tau, gue nemu kemaren di lorong kelas seni." Kata Ervan.
"Yaelah, kenapa gak lo umumin ke pos aja, kali si empunya kalung nyariin" kata Radika
"Guee, biar gue aja yang ngasih ke orangnya langsung." 
"Siapa? Emang lo tau?" Kata Radika
"Hmm, kayaknya gue tau" kata Ervan
(Duduk diikursi)
"Ahh ngaco bgt lu ah .." Kata Radika
Sambil bersandar memandangi langit malam.
"Eh iya, gimana acara pedekate lo sama Sakura?"
"Tau, gue bingung tu sakura banyak maunya" kata Radika
"Banyak maunya? Hhahaha, lo kapan mau nembak tu cewek?"
"Ntah lah, mungkin nanti aja deh"
"Eh Rad, sakura tu cewek cantik, udh gitu polos lagi, apa lo gak takut keduluan?" Kata Ervan
"Engga ko, gue tau Sakura suka sama gue dari lama" kata Radika sambil terus memandang langit *gue pingin liat seberapa serius Sakura dan .........* batin Radika berhenti bicara
"Aagghhh!!" Keluh Radika
"Lo kenapa toh, tiba2 ky gitu, hantu aja kabur ngeliat lo gitu, ada apaan?" Ledek Ervan
"Guee, ko gue agak gimana gitu sama ........."
"Sama siapa?"
"Cecil..." Kata Radika menghela napasnya
"Hah??! Cecil cewek yg biasanya sama Pricilla itu kan?" Kata Ervan kaget, tapi pikirannya bukan ke Cecil malah balik ke Tiffany.
"Yaa, gue .........."
"Lo suka sama Cecil gitu Rad?"
Radika kaget plus agak2 panik..
"Ah engga, gue gamungkin suka sama tu cewek, apaan .. Oon gitu orangnya,, engga engga" kata Radika sambil berjalan masuk ke dalam rumah
"Cowo aneh-_-" kata Ervan
"Eh kenapa tu Radika? Hahhaha" kata Ricky berjalan sesaat setelah berselisihan dgn radika
"Mukanya Radika asem kecut kyk tomat gitu kenapa? Hahaha" sambungnya
"Hahha, tau tuh -_-" kata Ervan
"Eh iya, planning gimana nih? Jadi gak?" Tanya Ricky
"Jadi dong, besok deh lo ngomong pas pulang sekolah,." kate Ervan
"Pulang sekolah? Malem?" Kata Ricky
"Yooyy, eh jgn mikir yg engga2 lo." kata Ervan sambil mendorong kepala Ricky.
Ricky pun tertawa sambil meninju bahu Ervan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar